Kebakaran di Boyolali

Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panas, Damkar Boyolali Wanti-wanti Kebakaran Lahan

Kemarau tahun 2026 diprediksi lebih panas akibat El Nino. Damkar mengingatkan risiko kebakaran lahan.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Dok. Damkar Wonogiri
ILUSTRASI. Kebakaran lahan di Dusun Ngaliyan, Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Rabu (13/9/2023). Musim panas 2026 diprediksi lebih panas, warga diminta jangan asal bakar sampah. 

Ringkasan Berita:
  • Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panas akibat potensi El Nino, meningkatkan risiko kebakaran lahan di Boyolali.
  • Damkar Satpol PP Boyolali mengimbau masyarakat tidak membakar lahan atau sampah di sekitar kandang ternak karena mudah memicu kebakaran.
  • Meski laporan kebakaran masih sedikit, Damkar tetap siaga dengan personel dan sarana lengkap, sambil gencarkan sosialisasi pencegahan.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Musim kemarau tahun ini diperkirakan akan lebih panas dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut dipicu oleh potensi fenomena El Nino yang melanda sebagian besar wilayah di Indonesia.

Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan saat musim kemarau.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, mengatakan risiko kebakaran lahan meningkat seiring kondisi kekeringan dan banyaknya material kering yang mudah terbakar.

“Kalau musim panas, risikonya kebakaran lahan pasti lebih besar. Karena banyak kekeringan, kemudian barang-barang kering itu mudah terbakar,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran lahan kerap dipicu aktivitas pembersihan lahan dengan cara dibakar oleh pemiliknya.

Baca juga: Siap-siap! Sebagian Solo Raya Alami Puncak Musim Kemarau Lebih Cepat, Diimbau Mulai Hemat Air

Tak jarang, api yang ditinggalkan kemudian merembet ke area lain dan memicu kebakaran lebih luas.

Menurutnya, setelah api membesar dan mengganggu lingkungan sekitar, warga biasanya baru melaporkan kejadian tersebut ke petugas Damkar.

Jangan Asal Membakar Sampah

Selain itu, Supriyono juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah di sekitar kandang ternak.

Pasalnya, kebiasaan tersebut berisiko memicu kebakaran kandang.

“Biasanya sampah basah dibakar untuk menghasilkan asap guna mengusir serangga di kandang. Tapi ini justru berpotensi menimbulkan kebakaran,” jelasnya.

Ilustrasi : Cuaca panas akhir-akhir ini.
Ilustrasi : Cuaca panas akhir-akhir ini. Tahun 2026 diperkirakan cauca akan lebih panas. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Meski saat ini laporan kebakaran lahan di Boyolali masih relatif sedikit, Supriyono menegaskan potensi peningkatan kasus tetap ada seiring datangnya musim kemarau.

Pihaknya pun memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana untuk menghadapi kemungkinan tersebut.

“Kami tetap bersiap, stand by bersama sarana prasarana. Untuk sarana prasarana, insyaallah lengkap,” tambahnya.

Ke depan, Damkar Boyolali juga akan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat guna menekan angka kebakaran lahan.

“Kami akan terus sosialisasi, karena itu sangat efektif untuk menekan kasus kebakaran lahan,” pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved