Perampokan di Boyolali

Rekonstruksi Perampokan Maut di Karanggede Boyolali, 43 Adegan Diperagakan

43 Adegan rekonstruksi diperankan pelaku. Dia nekat merampok lantaran terhimpit utang.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
CEKIK KORBAN. Salah satu adegan rekonstruksi kasus perampokan maut di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede yang digelar di Mapolres Boyolali, Rabu (9/4/2026). Pelaku diminta memperagakan adegan pembunuhan di Boyolali. 

Ringkasan Berita:
  • Rekonstruksi kasus perampokan maut di Karanggede, Boyolali, menghadirkan 43 adegan (diungkap 40 adegan utama) untuk mengurai kejadian 29 Januari 2026.
  • Pelaku nekat merampok karena terlilit utang judi online Rp4 juta dan telah merencanakan aksi, termasuk membeli sarung tangan dan menyiapkan cutter.
  • Aksi brutal menewaskan anak 6 tahun dan melukai ibunya, pelaku lalu membawa barang korban dan melarikan diri.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Polres Boyolali menggelar rekonstruksi kasus perampokan maut di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Rabu (9/4/2026).

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan sebanyak 43 adegan terkait aksi keji yang terjadi pada 29 Januari 2026 lalu.

Kasus ini menewaskan seorang anak berusia 6 tahun, sementara ibunya, Daryanti, mengalami luka sayatan dan tusukan di bagian leher.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indra Wira Saputra, mengatakan seluruh adegan diperagakan secara detail untuk mengungkap rangkaian peristiwa.

“Ada 40 adegan yang diperagakan oleh tersangka dalam rekonstruksi ini,” ujarnya.

Dari hasil rekonstruksi, terungkap motif pelaku nekat melakukan perampokan karena terlilit utang akibat kalah judi online hingga Rp4 juta.

Uang yang sebelumnya dipinjam dari temannya telah habis, sehingga pelaku merencanakan aksi kejahatan tersebut.

Sebelum mendatangi rumah korban, tersangka terlebih dahulu membeli sarung tangan dan menyiapkan cutter yang akan digunakan untuk melukai korban.

Saat berada di dalam rumah, pelaku menjalankan aksinya dengan berpura-pura mengembalikan uang kepada korban melalui transfer.

Ia kemudian mendekati korban dengan alasan memastikan uang telah masuk.

OLAH TKP. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah warga yang diduga dirampok pada Kamis (29/1/2026). Satu orang anak diketahui meninggal.
OLAH TKP. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah warga yang diduga dirampok pada Kamis (29/1/2026). Satu orang anak diketahui meninggal. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Mencekik dan Menindih Korban

Namun, saat korban lengah, pelaku langsung mencekik leher korban hingga terjatuh, lalu menindihnya.

Dari dalam kantong, pelaku mengambil cutter dan menggorok leher korban sebanyak dua kali.

Di tengah kejadian, anak korban datang dan melihat ibunya diserang.

Anak tersebut sempat berlari keluar rumah sambil berteriak meminta tolong, namun kemudian kembali menghampiri ibunya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved