Wisata Karanganyar

Kunjungan Wisata Karanganyar Menurun Saat Lebaran 2026, DPRD Soroti Akses Wisata

Kunjungan wisata di Karanganyar menurun, DPRD menyoroti dan meminta agar akses wisata diperhatikan.

Dok.TribunSolo.com
WISATA. Suasana warung makan sekitar Cemoro Kandang, di kawasan wisata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (5/4/2025). Kunjungan wisata momen lebaran 2026 menurun. 

Wini mengatakan penurunan kunjungan wisatawan di Karanganyar juga disebabkan karena mayoritas wisata mengandalkan alam.

Penampakan Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
SEJUK. Penampakan Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Durasi Libur Lebih Singkat

Selain itu, durasi libur Lebaran tahun ini lebih singkat dibanding tahun lalu.

“Kesenjangan antara Karanganyar dan Klaten sudah jauh, karena wisata Karanganyar kebanyakan alam, sedangkan Klaten memiliki sumber air di berbagai lokasi. Selain itu, kunjungan tahun ini tidak meningkat, bahkan hingga satu sampai dua minggu setelah Lebaran,” ujarnya.

Ia mengaku tingkat kunjungan wisatawan saat Lebaran tahun ini dan tahun lalu sama-sama mengalami penurunan, meski tidak berbeda jauh.

Ia menuturkan beberapa objek wisata mengalami penurunan penerimaan wisatawan selama Lebaran tahun ini sekitar 40 persen .

Baca juga: Rekomendasi Wisata Instagramable di Solo : Tumurun Private Museum, Destinasi Seni yang Eksklusif

“Tahun 2025 dibandingkan 2024 sudah turun sekitar 50 persen , dan tahun 2026 tingkat kunjungan wisatawan juga turun 40 persen . Penurunan ini juga dipengaruhi perkembangan objek wisata di sekitar Karanganyar selama tiga tahun terakhir, sehingga Karanganyar menjadi tujuan terakhir karena lokasinya yang paling jauh dan tinggi,” kata dia.

Meskipun terjadi penurunan tingkat kunjungan wisatawan di Kabupaten Karanganyar pada Lebaran tahun ini, ia mengaku tidak risau.

Pasalnya, pihaknya memiliki strategi pariwisata yang tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan, tetapi lebih pada kualitas kunjungan.

Kunjungan berkualitas berarti wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha, UMKM, dan penginapan lokal di Karanganyar.

“Ke depan, kami lebih fokus pada kunjungan berkualitas, yakni wisatawan membelanjakan uangnya di Karanganyar, menginap, dan membeli oleh-oleh, tidak hanya sekadar datang lalu pergi,” ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved