Wisata Karanganyar

Kunjungan Wisata Karanganyar Menurun Saat Lebaran 2026, DPRD Soroti Akses Wisata

Kunjungan wisata di Karanganyar menurun, DPRD menyoroti dan meminta agar akses wisata diperhatikan.

Tayang:
Dok.TribunSolo.com
WISATA. Suasana warung makan sekitar Cemoro Kandang, di kawasan wisata Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (5/4/2025). Kunjungan wisata momen lebaran 2026 menurun. 
Ringkasan Berita:
  • Penurunan kunjungan wisata Lebaran 2026 di Karanganyar menjadi sorotan DPRD. Pemkab didorong segera mengambil langkah konkret.
  • DPRD mengusulkan perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas objek wisata, serta promosi yang lebih masif dan modern.
  • Perbaikan akses jalan dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung UMKM di sekitar destinasi wisata.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR -  Menurunnya kunjungan wisata pada momen Lebaran 2026 di Kabupaten Karanganyar menjadi sorotan DPRD.

Ada beberapa langkah yang diusulkan, seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas objek wisata, hingga strategi promosi yang lebih masif dan modern.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar dari Fraksi PDI-P, Latri Listyowati.

Ia menegaskan perlunya langkah konkret dari Pemkab untuk mengatasi penurunan kunjungan wisatawan.

Baca juga: Karanganyar Gagal Jadi Destinasi Wisata Favorit Lebaran, DPRD Soroti Lemahnya Promosi Pemkab

"Pemkab Karanganyar didorong untuk segera melakukan terobosan inovasi terkait perbaikan jalan yang rusak dan mempromosikan pariwisata di Kabupaten Karanganyar, melibatkan event budaya, seni, dan konten kreator, serta mengoptimalkan media," kata Latri.

Latri menyoroti pentingnya perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata.

Menurutnya, kondisi infrastruktur yang baik akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan sekaligus mendukung aktivitas pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata.

Ia menilai kenyamanan akses menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan, terutama pada musim liburan.

Mengakui Ada Penurunan

Karanganyar mengakui jumlah kunjungan wisata pada momen Lebaran 2026 mengalami penurunan.

Diketahui, pada 2026 Karanganyar tidak masuk destinasi wisata favorit saat Lebaran.

Hal ini terlihat dari unggahan Instagram @visitjawatengah.

Data tersebut disajikan oleh Disbudparekraf Jateng.

Terkait hal ini, Kabid Destinasi Wisata Disparpora Kabupaten Karanganyar mengatakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

“Dari tahun ke tahun, kunjungan wisatawan di Kabupaten Karanganyar mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh cuaca ekstrem, longsor di sekitar objek wisata, serta penurunan perekonomian akibat efisiensi dalam dua tahun terakhir,” kata Wini, Selasa (14/4/2026).

Wini mengatakan penurunan kunjungan wisatawan di Karanganyar juga disebabkan karena mayoritas wisata mengandalkan alam.

Penampakan Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
SEJUK. Penampakan Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Durasi Libur Lebih Singkat

Selain itu, durasi libur Lebaran tahun ini lebih singkat dibanding tahun lalu.

“Kesenjangan antara Karanganyar dan Klaten sudah jauh, karena wisata Karanganyar kebanyakan alam, sedangkan Klaten memiliki sumber air di berbagai lokasi. Selain itu, kunjungan tahun ini tidak meningkat, bahkan hingga satu sampai dua minggu setelah Lebaran,” ujarnya.

Ia mengaku tingkat kunjungan wisatawan saat Lebaran tahun ini dan tahun lalu sama-sama mengalami penurunan, meski tidak berbeda jauh.

Ia menuturkan beberapa objek wisata mengalami penurunan penerimaan wisatawan selama Lebaran tahun ini sekitar 40 persen .

Baca juga: Rekomendasi Wisata Instagramable di Solo : Tumurun Private Museum, Destinasi Seni yang Eksklusif

“Tahun 2025 dibandingkan 2024 sudah turun sekitar 50 persen , dan tahun 2026 tingkat kunjungan wisatawan juga turun 40 persen . Penurunan ini juga dipengaruhi perkembangan objek wisata di sekitar Karanganyar selama tiga tahun terakhir, sehingga Karanganyar menjadi tujuan terakhir karena lokasinya yang paling jauh dan tinggi,” kata dia.

Meskipun terjadi penurunan tingkat kunjungan wisatawan di Kabupaten Karanganyar pada Lebaran tahun ini, ia mengaku tidak risau.

Pasalnya, pihaknya memiliki strategi pariwisata yang tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan, tetapi lebih pada kualitas kunjungan.

Kunjungan berkualitas berarti wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha, UMKM, dan penginapan lokal di Karanganyar.

“Ke depan, kami lebih fokus pada kunjungan berkualitas, yakni wisatawan membelanjakan uangnya di Karanganyar, menginap, dan membeli oleh-oleh, tidak hanya sekadar datang lalu pergi,” ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved