Ibadah Haji 2026
Skema Haji 2026 di Boyolali Berubah, Petugas Tak Lagi Membimbing Ibadah
Petugas haji tahun 2026 ini lebih ramping. Ini diungkapkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Boyolali.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Skema petugas haji daerah 2026 berubah, jumlah lebih ramping dan tidak lagi ada petugas pembimbing ibadah dari daerah.
- Pendampingan ibadah kini dilakukan oleh jemaah, ketua rombongan, dan kelompok bimbingan haji.
- Petugas daerah difokuskan pada pelayanan umum dan kesehatan agar layanan jemaah lebih optimal dan terarah.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Skema petugas haji daerah pada pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 mengalami perubahan.
Petugas yang dikirim ke Tanah Suci untuk mendampingi jemaah calon haji menjadi lebih ramping.
Tak ada lagi petugas haji yang bertugas membimbing ibadah para jemaah.
Jika pada tahun sebelumnya masih terdapat petugas pembimbing ibadah dari daerah, tahun ini peran tersebut tidak lagi ada.
Petugas haji daerah kini difokuskan pada dua sektor utama, yakni pelayanan umum dan pelayanan kesehatan.
Pendampingan Berbeda dari Tahun Lalu
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Boyolali, Sauman, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian sistem pelayanan haji.
“Tahun kemarin kan masih ada petugas pembimbing, petugas daerah yang menjadi pembimbing ibadah,” kata Sauman.
Menurutnya, pada penyelenggaraan haji 2026, pendampingan ibadah sepenuhnya ditangani jemaah, ketua rombongan, maupun kelompok bimbingan ibadah haji.
Baca juga: Jumlah Antrean Haji Wonogiri Capai 7.000 Orang, Tahun ini 298 Calhaj Berangkat ke Tanah Suci
Baca juga: 298 Jemaah Calon Haji Wonogiri Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini
Sementara itu, petugas dari daerah diarahkan untuk memastikan pelayanan teknis dan kondisi kesehatan jemaah berjalan optimal.
Pelayanan umum mencakup berbagai kebutuhan jemaah selama proses pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah, seperti administrasi, akomodasi, hingga koordinasi di lapangan.
Sedangkan pelayanan kesehatan difokuskan pada pemantauan kondisi fisik jemaah, penanganan medis, serta upaya pencegahan penyakit selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dengan pembagian tugas tersebut, diharapkan pelayanan terhadap jemaah haji bisa lebih maksimal dan terfokus sesuai bidang masing-masing. (*)
| Daftar Haji 2018, Mbah Dalimin Jemaah Haji Tertua Klaten Awalnya Mendaftar Karena Dibujuk Sang Anak |
|
|---|
| Kisah Mbah Dalimin Calon Jemaah Haji Tertua Klaten : Usia 94 Tahun, 9 Tahun Tunggu Keberangkatan |
|
|---|
| Jumlah Antrean Haji Wonogiri Capai 7.000 Orang, Tahun ini 298 Calhaj Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
| Kuota Haji Wonogiri 2026, Naik Jadi 298 Orang, Masa Tunggu Turun Jadi 26 Tahun |
|
|---|
| Satu JCH Wonogiri Meninggal Dunia, Digantikan Jemaah Cadangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/BERANGKAT-KE-ASRAMA-Potret-ratusan-calon-haji-asal-Karanganyar-yang-akan-diberangkatkaN.jpg)