Ibadah Haji 2026

Skema Haji 2026 di Boyolali Berubah, Petugas Tak Lagi Membimbing Ibadah

Petugas haji tahun 2026 ini lebih ramping. Ini diungkapkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Boyolali.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
ILUSTRASI - Potret ratusan calon haji asal Karanganyar yang akan diberangkatkan dari Masjid Agung Madaniyah Karanganyar ke Asrama Haji Donohudan, Senin (19/5/2025) pagi. Petugas Haji 2026 lebih ramping. 
Ringkasan Berita:
  • Skema petugas haji daerah 2026 berubah, jumlah lebih ramping dan tidak lagi ada petugas pembimbing ibadah dari daerah.
  • Pendampingan ibadah kini dilakukan oleh jemaah, ketua rombongan, dan kelompok bimbingan haji.
  • Petugas daerah difokuskan pada pelayanan umum dan kesehatan agar layanan jemaah lebih optimal dan terarah.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Skema petugas haji daerah pada pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 mengalami perubahan.

Petugas yang dikirim ke Tanah Suci untuk mendampingi jemaah calon haji menjadi lebih ramping.

Tak ada lagi petugas haji yang bertugas membimbing ibadah para jemaah.

Jika pada tahun sebelumnya masih terdapat petugas pembimbing ibadah dari daerah, tahun ini peran tersebut tidak lagi ada.

Petugas haji daerah kini difokuskan pada dua sektor utama, yakni pelayanan umum dan pelayanan kesehatan.

ILUSTRASI. Indonesia menunda keberangkatan sebanyak 1.243 warga negara Indonesia (WNI) selama periode 23 April hingga 1 Juni 2025.
ILUSTRASI. Indonesia menunda keberangkatan sebanyak 1.243 warga negara Indonesia (WNI) selama periode 23 April hingga 1 Juni 2025. Petugas haji 2026 lebih ramping. (Tribun Solo / Istimewa)

Pendampingan Berbeda dari Tahun Lalu

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Boyolali, Sauman, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian sistem pelayanan haji.

“Tahun kemarin kan masih ada petugas pembimbing, petugas daerah yang menjadi pembimbing ibadah,” kata Sauman.

Menurutnya, pada penyelenggaraan haji 2026, pendampingan ibadah sepenuhnya ditangani jemaah, ketua rombongan, maupun kelompok bimbingan ibadah haji.

Baca juga: Jumlah Antrean Haji Wonogiri Capai 7.000 Orang, Tahun ini 298 Calhaj Berangkat ke Tanah Suci

Baca juga: 298 Jemaah Calon Haji Wonogiri Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini

Sementara itu, petugas dari daerah diarahkan untuk memastikan pelayanan teknis dan kondisi kesehatan jemaah berjalan optimal.

Pelayanan umum mencakup berbagai kebutuhan jemaah selama proses pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah, seperti administrasi, akomodasi, hingga koordinasi di lapangan.

Sedangkan pelayanan kesehatan difokuskan pada pemantauan kondisi fisik jemaah, penanganan medis, serta upaya pencegahan penyakit selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dengan pembagian tugas tersebut, diharapkan pelayanan terhadap jemaah haji bisa lebih maksimal dan terfokus sesuai bidang masing-masing. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved