Sritex Tutup Permanen

8.475 eks Buruh Sritex Sukoharjo Cemas, Pesangon dan THR Total Rp248 Miliar Tak Kunjung Dibayar

Pesangon eks karyawan Sritex Rp248 miliar belum dibayar, 8.475 orang menunggu kepastian hak kerja

Tayang: | Diperbarui:
TribunSolo.com/Anang Ma'ruf
NASIB EKS BURUH SRITEX - Lima hari setelah PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Sukoharjo resmi tutup permanen, suasana di sekitar pabrik kini tampak lengang dan sepi, Selasa (4/3/2025) lalu. Nasib ribuan eks karyawan Sritex Sukoharjo hingga kini belum menemukan kejelasan terkait pembayaran pesangon dan Tunjangan Hari Raya (THR). 

Proses likuidasi yang berjalan saat ini dinilai belum menunjukkan hasil signifikan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan lambatnya realisasi pembayaran pesangon dan THR.

Desakan Percepatan Penyelesaian Hak Pekerja

Eks karyawan Sritex mendorong seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses penyelesaian, termasuk memastikan penjualan aset berjalan efektif dan transparan.

Mereka menegaskan bahwa hak pekerja harus segera dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami hanya ingin kejelasan. Itu hak kami sebagai pekerja yang sudah mengabdi, dan kami berharap bisa segera direalisasikan,” pungkas Agus.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved