Makan Bergizi Gratis di Boyolali

Susu Lokal di Boyolali Melimpah, Tapi Masih Tak Terserap untuk MBG? Ini Penyebabnya

Di Boyolali, penyerapan susu lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih tersendat.

Tayang:
TribunSolo.com/Tri Widodo
TAK TERSERAP MBG - Ilustrasi susu segar yang tengah dibagikan di Simpang Lima, Boyolali, Jumat (8/11/2024). Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar ternyata belum sepenuhnya bisa mengandalkan produksi lokal. Di Boyolali, penyerapan susu lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih tersendat, bukan karena produksi kurang, melainkan karena pengolahannya belum optimal. 

 

Ringkasan Berita:
  • Penyerapan susu lokal untuk program MBG belum optimal karena minim pengolahan.
  • Produksi cukup, tapi belum banyak diolah jadi produk siap konsumsi.
  • Pemerintah dorong hilirisasi dan kerja sama agar susu lokal terserap maksimal.

 

Laporan Wartawan TribunbunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar ternyata belum sepenuhnya bisa mengandalkan produksi lokal.

Di Boyolali, penyerapan susu lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih tersendat, bukan karena produksi kurang, melainkan karena pengolahannya belum optimal.

Pengusaha kuliner sekaligus mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Puspo Wardoyo, mengungkapkan kebutuhan susu untuk program ini sangat tinggi, namun ketersediaan susu siap konsumsi dari peternak lokal masih terbatas.

“Kami butuhkan susu, selama ini susah dan tidak dapat banyak,” kata Puspo, Kamis (30/4/2026).

Persoalan pada Minimnya Hilirisasi

Ia menjelaskan, persoalan utama bukan pada jumlah produksi susu segar, tetapi minimnya hilirisasi.

Banyak susu dari peternak belum diolah menjadi produk siap pakai seperti susu pasteurisasi, yoghurt, atau minuman fermentasi.

“Produksi susunya sudah cukup, tapi pengolahannya kurang. Tidak cukup produksi susu pasteurisasi saja, belum cukup,” ujarnya.

Akibatnya, sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih harus dipenuhi dari impor.

Baca juga: Cara Truk Tangki Susu yang Masuk Jurang 15 Meter di Siropoh Boyolali Dievakuasi : Gunakan Crane

Kondisi ini membuat SPPG kesulitan menyerap susu lokal secara maksimal untuk mendukung program MBG.

Puspo pun berharap ada pembangunan pabrik pengolahan susu di Boyolali agar produksi lokal bisa langsung dimanfaatkan.

“Harapannya ada pabrik susu di sini, sehingga kebutuhan bisa dipenuhi dari produksi lokal,” imbuhnya.

4 Hal ini Perlu Diperbaiki

Sementara itu, Sekretaris Daerah Boyolali, M Syawaludin, mengatakan pemerintah tengah mendorong penguatan sektor peternakan sapi perah, termasuk pengolahan hasil susu.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved