Makan Bergizi Gratis di Boyolali
Susu Lokal di Boyolali Melimpah, Tapi Masih Tak Terserap untuk MBG? Ini Penyebabnya
Di Boyolali, penyerapan susu lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih tersendat.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Penyerapan susu lokal untuk program MBG belum optimal karena minim pengolahan.
- Produksi cukup, tapi belum banyak diolah jadi produk siap konsumsi.
- Pemerintah dorong hilirisasi dan kerja sama agar susu lokal terserap maksimal.
Laporan Wartawan TribunbunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar ternyata belum sepenuhnya bisa mengandalkan produksi lokal.
Di Boyolali, penyerapan susu lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih tersendat, bukan karena produksi kurang, melainkan karena pengolahannya belum optimal.
Pengusaha kuliner sekaligus mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Puspo Wardoyo, mengungkapkan kebutuhan susu untuk program ini sangat tinggi, namun ketersediaan susu siap konsumsi dari peternak lokal masih terbatas.
“Kami butuhkan susu, selama ini susah dan tidak dapat banyak,” kata Puspo, Kamis (30/4/2026).
Persoalan pada Minimnya Hilirisasi
Ia menjelaskan, persoalan utama bukan pada jumlah produksi susu segar, tetapi minimnya hilirisasi.
Banyak susu dari peternak belum diolah menjadi produk siap pakai seperti susu pasteurisasi, yoghurt, atau minuman fermentasi.
“Produksi susunya sudah cukup, tapi pengolahannya kurang. Tidak cukup produksi susu pasteurisasi saja, belum cukup,” ujarnya.
Akibatnya, sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih harus dipenuhi dari impor.
Baca juga: Cara Truk Tangki Susu yang Masuk Jurang 15 Meter di Siropoh Boyolali Dievakuasi : Gunakan Crane
Kondisi ini membuat SPPG kesulitan menyerap susu lokal secara maksimal untuk mendukung program MBG.
Puspo pun berharap ada pembangunan pabrik pengolahan susu di Boyolali agar produksi lokal bisa langsung dimanfaatkan.
“Harapannya ada pabrik susu di sini, sehingga kebutuhan bisa dipenuhi dari produksi lokal,” imbuhnya.
4 Hal ini Perlu Diperbaiki
Sementara itu, Sekretaris Daerah Boyolali, M Syawaludin, mengatakan pemerintah tengah mendorong penguatan sektor peternakan sapi perah, termasuk pengolahan hasil susu.
| Di Balik PAUD Boyolali Kembalikan Puluhan Paket MBG Gegara Kedaluwarsa, Supplier Beri Klarifikasi |
|
|---|
| PAUD Ngemplak Boyolali Keluhkan Menu MBG Tak Seragam, Khawatirkan Timbul Rasa Iri Antar Murid |
|
|---|
| Polemik Pengembalian Paket MBG di PAUD Boyolali, SPPG Gagaksipat 2 Akui Lalai Cek Tanggal |
|
|---|
| Menu MBG Tak Seragam, PAUD Ngemplak Boyolali Keluhkan Isi Paket Berbeda : Ada yang Tak Dapat Susu |
|
|---|
| Puluhan Paket MBG di PAUD Ngemplak Boyolali Dikembalikan, Sosis Hampir Kedaluwarsa Diganti SPPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pengusaha-susu.jpg)