Ibadah Haji 2026

Masalah Kesehatan, Keberangakatan Puluhan JCH Embarkasi Solo Tertunda

Puluhan jemaah haji Embarkasi Solo batal berangkat. Ini lantaran alasan kesehatan.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
MENUNGGU BERANGKAT. Jemaah calon haji Kloter 46 menggunakan kursi roda saat memasuki Gedung Jeddah di Asrama Haji Donohudan, sebagai bagian dari proses pemberangkatan menuju Tanah Suci, Rabu (6/5/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan JCH Embarkasi Solo batal berangkat haji 2026, mayoritas karena faktor kesehatan. 
  • Hingga 6 Mei 2026, total 35 jemaah dan 3 pendamping menunda keberangkatan. Empat jemaah masih sakit di embarkasi, sebagian dirujuk ke RS Moewardi dan RSUP Surakarta.
  • Di Arab Saudi, 31 jemaah dirawat akibat kelelahan dan suhu ekstrem. Dua jemaah meninggal. Delapan jemaah sempat diturunkan di Bandara Kualanamu karena gangguan kesehatan.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Puluhan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Embarkasi Solo dipastikan batal berangkat pada musim haji tahun 2026.

Penundaan ini sebagian besar dipicu oleh faktor kesehatan yang tidak memungkinkan jemaah untuk melakukan perjalanan jauh ke Tanah Suci.

Hingga Rabu (6/5/2026), tercatat sebanyak 35 jemaah harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci. Tidak hanya itu, tiga orang pendamping dari jemaah yang dinyatakan tidak layak terbang juga memilih untuk ikut menunda keberangkatan.

Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi faktor utama penundaan keberangkatan para jemaah tersebut.

Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat empat jemaah yang sedang sakit di Embarkasi Solo. “Dari empat jemaah tersebut, dua dirujuk ke RS Moewardi, satu dirujuk ke RSUP Surakarta, dan satu lainnya masih dalam observasi di poliklinik embarkasi,” jelasnya.

RUANG TUNGGU. Jemaah calon haji kloter 1 saat berada di ruang tunggu Bandara Adi Soemarmo untuk menanti pemeriksaan keimigrasian Kerajaan Arab Saudi di sistem Makkah Route, Selasa (21/4/2026). Ada dua jemaah yang batal berangkat dan digantikan jemaah asal Solo.
RUANG TUNGGU. Jemaah calon haji kloter 1 saat berada di ruang tunggu Bandara Adi Soemarmo untuk menanti pemeriksaan keimigrasian Kerajaan Arab Saudi di sistem Makkah Route, Selasa (21/4/2026). Ada dua jemaah yang batal berangkat dan digantikan jemaah asal Solo. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Tak Kuat Suhu Ekstrem

Selain di dalam negeri, kondisi jemaah di Arab Saudi juga menjadi perhatian. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 31 jemaah tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Madinah. Sebagian besar dari mereka mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan serta belum mampu beradaptasi dengan suhu udara di Arab Saudi yang cukup ekstrem.

Secara rinci, sebanyak 18 jemaah dirawat di Saudi German Hospital Madinah, satu jemaah di Al-Zahraa Hospital Madinah, 10 jemaah di King Fahd Hospital Madinah, serta dua jemaah lainnya dirawat di Mouwasat Hospital Madinah.

“Ada beberapa yang mengalami sesak napas, dan ada juga yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi dan diabetes,” tambahnya.

PPIH Embarkasi Solo juga melaporkan adanya dua jemaah yang meninggal dunia. Keduanya berasal dari kloter 3 dan kloter 12. “Untuk jemaah yang meninggal dunia ada dua orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Pembekalan PPIH Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, mengungkapkan bahwa terdapat delapan jemaah yang sempat diturunkan di Bandara Kualanamu, Medan. Mereka terdiri dari empat jemaah asal kloter 3, dua jemaah dari kloter 27, serta dua jemaah dari kloter 37.

Menurut David, mayoritas jemaah yang diturunkan tersebut mengalami gangguan kesehatan akibat penerbangan jarak jauh. “Penurunan kondisi kesehatan ini kebanyakan memang karena penerbangan. Ada beberapa jemaah yang mengalami sesak napas setelah pesawat mendarat di Bandara Kualanamu,” ujarnya.

Baca juga: Ibadah Haji 2026: Kemenag Sukoharjo Siapkan 7 Kuota Cadangan Antisipasi JCH Batal Berangkat

Baca juga: JCH Embarkasi Solo Meninggal di Madinah, Sempat Dapat Perawatan Medis

Ia menambahkan, empat jemaah dari kloter 3 sebelumnya berangkat menuju Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026) pukul 18.53 WIB. Dari total delapan jemaah yang diturunkan, dua di antaranya hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit di sekitar Embarkasi Medan.

Kedua jemaah tersebut berasal dari kloter 37 yang diberangkatkan dari Bandara Adi Soemarmo pada Senin (4/5/2026) pagi. Keduanya merupakan jemaah asal Kabupaten Jepara yang masih membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara itu, enam jemaah lainnya yang sebelumnya sempat mendapatkan perawatan telah dikembalikan ke Embarkasi Solo. “Empat jemaah dari kloter 3 dan dua jemaah dari kloter 27 asal Kota Semarang sudah kembali ke Embarkasi Solo,” jelas David.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved