Idul Adha 2026

Kisah Dokter Hewan Perempuan di Sukoharjo, Pernah Ditendang Sapi hingga Rontgen

Pengalaman Keki Riza Murty, dokter hewan di Sukoharjo tak biasa. Dia sudah 16 tahun di dunia peternakan hewan tersebut.

Tayang:
TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
PERIKSA SAPI. Dokter Hewan, Keki Riza Murty saat melakukan pengeckan palpasi rektal di Pasar Hewan Bekonang, Sukoharjo beberapa waktu lalu. Dia memeriksa kondisi hewan di pasar tersebut. 

Dalam melakukan pemeriksaan, ia selalu memastikan ada petugas lain yang membantu memegang sapi agar pemeriksaan berjalan aman.

“Yang penting saat pemeriksaan ada yang membantu memegang sapinya. Kalau sapinya galak ya tetap harus dibantu. Biasanya pakai tali dadung diikat dulu,” jelasnya.

Selama bertahun-tahun menjalani profesi itu, Riza juga pernah mengalami pengalaman buruk.

Ia pernah terkena tendangan sapi saat melakukan pemeriksaan hingga harus menjalani rontgen.

“Saya pernah ketendang sapi saat pemeriksaan, sampai rontgen juga pernah. Tapi alhamdulillah tidak apa-apa. Namanya risiko pekerjaan, kita harus menjaga keselamatan diri sendiri,” tuturnya.

Rutinitasnya tak pernah jauh dari pasar hewan.

Baca juga: Peternak di Desa Dompyongan Klaten Ungkap Cara Rawat Sapi Hampir 1 Ton, Biayanya Rp70 Ribu Sehari

Setiap hari pasaran, ia rutin melakukan pemeriksaan kebuntingan sapi di berbagai lokasi.

Dalam sistem pasaran Jawa yang berlangsung setiap lima hari sekali, Riza bisa melakukan pemeriksaan hingga enam kali dalam sebulan.

Dari tangannya, banyak peternak mengetahui kondisi ternak mereka, terutama usia kebuntingan sapi yang sudah memasuki tiga bulan.

Pemeriksaan itu menjadi penting karena menentukan langkah perawatan hingga persiapan kelahiran.

Metode palpasi rektal sendiri dikenal sebagai teknik paling umum, murah, dan cukup akurat untuk mendeteksi kebuntingan pada ternak besar seperti sapi.

Meski terlihat sederhana, pemeriksaan tersebut membutuhkan keahlian, pengalaman, dan keberanian.

Di balik profesi yang jarang dilirik itu, Riza menunjukkan dunia peternakan tidak hanya diisi kaum pria.

Ketelatenan, keberanian, dan kecintaannya pada hewan membuatnya mampu bertahan selama belasan tahun di pekerjaan yang penuh risiko tersebut.

Baginya, setiap sapi yang diperiksa bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari pengabdian untuk membantu para peternak menjaga kualitas ternaknya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved