Temuan Stupa di Boyolali

Warga Nepen Boyolali Temukan Diduga Stupa Candi Buddha, Muncul Saat Kerjakan Proyek Pembukaan Jalan

Diduga stupa candi Buddha ditemukan warga Boyolali saat pembukaan jalan di Desa Nepen, Teras.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Tri Widodo
TEMUAN STUPA - Warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, digegerkan temuan benda diduga stupa candi Buddha saat proses pembukaan jalan, Kamis (14/5/2026). Temuan itu diduga merupakan bagian struktur bangunan ibadah umat Buddha pada masa lampau. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali menemukan benda diduga stupa candi Buddha saat pembukaan jalan, Kamis (14/5/2026).
  • Tim Ahli Cagar Budaya menyebut temuan berbentuk tabung setinggi 1,25 meter itu diduga bagian struktur tempat ibadah Buddha kuno.
  • Desa Nepen sebelumnya juga kerap ditemukan benda diduga cagar budaya seperti lapik, fragmen prigen, dan struktur bangunan kuno lainnya.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, digegerkan dengan penemuan benda diduga stupa candi Buddha saat proses pembukaan jalan, Kamis (14/5/2026).

Temuan benda purbakala itu diduga merupakan bagian struktur bangunan ibadah umat Buddha pada masa lampau.

Benda berbentuk tabung menyerupai mangkok tertutup tersebut ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi sedikit miring dan tertimbun tanah.

Temuan ini menambah daftar dugaan benda cagar budaya yang sebelumnya juga ditemukan di kawasan Desa Nepen.

Warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, digegerkan temuan benda diduga stupa
TEMUAN STUPA - Warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, digegerkan temuan benda diduga stupa candi Buddha saat proses pembukaan jalan, Kamis (14/5/2026). Temuan itu diduga merupakan bagian struktur bangunan ibadah umat Buddha pada masa lampau.

Diduga Bagian Struktur Stupa Buddha

Benda yang diduga stupa candi Buddha itu memiliki tinggi sekitar 1,25 meter dengan diameter bawah mencapai 1,30 meter.

Ukurannya disebut mirip dengan lapik yang lebih dulu ditemukan di lokasi yang sama.

Salah satu warga, Sopan, mengaku langsung berinisiatif mengangkat benda tersebut secara hati-hati agar tidak merusak struktur bangunan purbakala yang diduga masih utuh.

“Untuk menjaga agar struktur bangunan purbakala tersebut tidak rusak, saya berinisiatif mencari tambang untuk mengangkatnya secara manual dan hati-hati,” ujar Sopan.

Saat pertama ditemukan, kondisi benda masih tertutup tanah.

Setelah dibersihkan perlahan, bentuk aslinya mulai terlihat jelas.

Sopan mengatakan, dirinya semakin yakin benda tersebut berkaitan dengan temuan lapik sebelumnya karena ukuran diameternya sama dan bentuk keduanya terlihat saling melengkapi.

“Saya juga dihubungi rekan dari Mas Farid yang membahas keterkaitan temuan ini dengan peninggalan Buddha,” katanya.

Baca juga: Gali Makam, Warga Cepogo Boyolali Temukan Keramik Diduga Benda Cagar Budaya

Ahli Sebut Mengarah ke Struktur Candi Buddha

Tim Ahli Pendaftaran Cagar Budaya, Farid Burhanuddin, menjelaskan temuan tersebut diduga kuat merupakan bagian dari struktur stupa Buddhis.

“Dari struktur bentuk bangunannya, ini adalah struktur dari agama Buddha, berbentuk tabung seperti mangkok yang tertutup dan bawahnya ada prasasti Buddhis juga,” jelas Farid.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved