Darurat Serangan Kera

Boyolali-Wonogiri Dikepung Kawanan Kera Liar, Gubernur Jateng Siapkan Kuota Tangkap Kera

Sejumlah kepala daerah di Solo Raya kompak mengeluhkan dampak serangan kera yang semakin sulit dikendalikan.

Tayang:
Istimewa
SERANGAN MONYET - Monyet ekor panjang tengah memakan pisang di atap kanopi rumah warga RT, RW 02, Kelurahan Banaran, Boyolali, Rabu (19/2/2025). Sejumlah kepala daerah di Solo Raya kompak mengeluhkan dampak serangan kera yang semakin sulit dikendalikan. 

Ringkasan Berita:
  • Serangan kera liar yang semakin masif di wilayah Solo Raya kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut kondisi tersebut sebagai situasi darurat setelah ribuan hektare lahan pertanian dilaporkan rusak akibat kawanan kera yang turun ke permukiman warga.
  • Pemprov Jateng akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mendapatkan kuota penangkapan kera liar.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Serangan kera liar yang semakin masif di wilayah Solo Raya kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Bahkan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut kondisi tersebut sebagai situasi darurat setelah ribuan hektare lahan pertanian dilaporkan rusak akibat kawanan kera yang turun ke permukiman warga.

Persoalan itu mencuat dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 yang digelar di Pendopo Ageng Kabupaten Boyolali, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: KESAKSIAN Pemilik Kera yang Lepas dan Serang Bocah di Boyolali, Terjadi saat Ditinggal Mandi 

Sejumlah kepala daerah di Solo Raya kompak mengeluhkan dampak serangan kera yang semakin sulit dikendalikan.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan fenomena tersebut bermula pascaerupsi Gunung Merapi tahun 2010.

Saat itu, kawanan kera turun dari habitat pegunungan dan menetap di kawasan pertanian warga.

“Jadi sejarahnya pas erupsi Gunung Merapi 2010 keranya turun hingga berkembang biak di bawah karena banyak makanan di situ. Petani banyak menanam sayuran-sayuran sehingga mereka tidak mau kembali ke atas,” kata Agus.

Menurutnya, populasi kera di sejumlah desa kini sudah sangat mengkhawatirkan.

“Jadi di satu desa itu populasi keranya hampir lebih banyak daripada penduduk kami,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno. Ia menyebut serangan kera di wilayahnya telah menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian tidak lagi bisa dimanfaatkan.

“Wonogiri ribuan hektare yang sekarang tidak bisa dimanfaatkan karena hama kera ini. Kami 25 kecamatan semua kena. Sampai sekarang belum ada jalan keluarnya,” ungkapnya.

Masuk Kategori Darurat

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung meminta penanganan segera dilakukan. Ia menyebut persoalan kera liar kini masuk kategori darurat.

“Nanti segera. Ini darurat kera kita,” tegasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved