Makam di Boyolali Diekshumasi

Kasus Kematian Nenek di Boyolali, Polisi Belum Temukan Tanda-tanda Keracunan

Kematian nenek di Desa Sindon, Boyolali masih menjadi misteri. Sebab, kematian ini disebut janggal.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
ILUSTRASI. Ekshumasi di Wonogiri beberapa waktu lalu. Di Boyolali makam seorang perempuan juga diekshumasi, ini lantaran kematiannya disebut janggal. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi masih menyelidiki kematian nenek di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, yang disebut janggal oleh pihak keluarga hingga makam korban akhirnya diekshumasi untuk kepentingan penyelidikan.
  • Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan belum ditemukan gambaran tanda-tanda keracunan sate ayam berdasarkan hasil pemeriksaan awal maupun keterangan para saksi.
  • Polisi kini menunggu hasil laboratorium Dokes Polda Jateng untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Polisi buka suara soal kematian nenek di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali yang disebut janggal. 

Keluarga meyakini ada kejanggalan dari kematian nenek tersebut, hingga akhirnya makam korban diekshumasi. 

Terkait dugaan keracunan sate ayam, Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, belum ada gambaran tanda-tanda keracunan. 

Ini juga berdasarkan keterangan para saksi. 

Jadi, untuk mengungkap dugaan ini mereka masih menunggu hasil laboratorium Dokes Polda Jateng. 

Sebab, kondisi TKP sudah bersih saat kasus ini dilaporkan. 

ILUSTRASI. Ekshumasi di Karanganyar beberapa waktu lalu. Di Boyolali, ada makam yang diekshumasi karena diduga meninggal tak wajar.
ILUSTRASI. Ekshumasi di Karanganyar beberapa waktu lalu. Di Boyolali, ada makam yang diekshumasi karena diduga meninggal tak wajar. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Dugaan Kematian Tak Wajar Dilaporkan Seminggu Setelah Dimakamkan

Dugaan nenek A meninggal dunia secara tidak wajar baru muncul setelah sepekan korban dimakamkan.

Anak korban kemudian melaporkan kematian tersebut ke Polres Boyolali.

Namun, karena sudah sepekan berlalu, kondisi tempat kejadian perkara (TKP) telah berubah.

"Kami dari Polres, ketika mendapatkan laporan pada tanggal 25 Mei itu, langsung melaksanakan cek TKP ke sana. Keadaan TKP sudah bersih, sudah tidak ada apa-apa di sana," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, Selasa (2/6/2026).

Dari keterangan para saksi yang telah diperiksa, pihak kepolisian juga belum mendapatkan gambaran adanya tanda-tanda keracunan.

Nenek A pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak bergerak di atas sofa.

Saat itu, seperti biasa, anak korban datang setiap pagi untuk menitipkan anaknya.

"Ketika pelapor mengetuk pintu rumah almarhum, pintu tidak dibuka. Sampai akhirnya meminta tolong kepada salah satu tetangga untuk melihat ke dalam melalui jendela," ujarnya.

Baca juga: Kronologi Warga Boyolali Tewas Membiru Sehari Setelah Terima Kiriman Sate, Polisi Lakukan Ekshumasi

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved