Makam di Boyolali Diekshumasi
Kematian Nenek di Boyolali, Polisi Belum Simpulkan Dugaan Sate Ayam Meski Menantu Sudah Diperiksa
Polisi melakukan penyelidikan kasus kematian nenek di Boyolali. Namun, belum menyimpulkan soal sate ayam menantu korban.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Polisi menyelidiki kasus kematian nenek A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
- Menantu korban yang diduga mengirimkan sate ayam juga telah dimintai keterangan, namun polisi menegaskan belum menyimpulkan adanya unsur keracunan.
- Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan semua kecurigaan masih ditampung dan menunggu hasil pemeriksaan serta alat bukti. Polisi memastikan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Polisi sudah melakukan penyelidikan terkait kasus kematian misterius nenek berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
Beberapa saksi sudah diperiksa termasuk menantu korban yang dicurigai mengirimkan sate yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Namun, soal sate ini polisi belum mengambil kesimpulan.
Sebab, soal tersebut masih dugaan dari keluarga korban.
Hingga kini, penyidik Polres Boyolali telah memeriksa delapan orang saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Para saksi yang dimintai keterangan berasal dari berbagai pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Mulai dari anak korban yang pertama kali menemukan ibunya meninggal dunia di dalam rumah, anggota keluarga, hingga warga sekitar yang membantu membuka pintu rumah saat korban ditemukan.
Tak hanya itu, polisi juga telah memeriksa anak menantu korban yang belakangan disebut-sebut sebagai pihak yang diduga mengirimkan sate ayam yang menjadi perhatian dalam kasus tersebut.
"Sudah dilakukan pemeriksaan. Tapi statusnya masih saksi. Kalau kecurigaan-kecurigaan itu tentunya kita tampung. Tapi kan kita tidak bisa serta merta langsung menyimpulkan. Kita tunggu hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ada," ujar kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra pada Selasa (2/6/2026).
Kasus ini bermula ketika Nenek A ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa, 19 Mei 2026.
Saat itu, pihak keluarga tidak menaruh kecurigaan terhadap kematian korban dan menganggapnya sebagai kematian biasa.
Jenazah korban kemudian dimakamkan sebagaimana mestinya dengan dihadiri keluarga dan warga sekitar.
Namun, beberapa hari setelah pemakaman, keluarga memperoleh sejumlah informasi dan temuan yang dinilai perlu didalami lebih lanjut terkait penyebab kematian korban.
Masih Menunggu Hasil Autopsi
Merasa ada kejanggalan, keluarga melalui anak korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Boyolali dan mengajukan permohonan agar dilakukan ekshumasi atau pembongkaran makam.
| Kasus Kematian Nenek di Boyolali, Polisi Belum Temukan Tanda-tanda Keracunan |
|
|---|
| TKP Sudah Bersih Saat Dilaporkan, Hasil Laboratorium Jadi Kunci Ungkap Kematian Nenek di Boyolali |
|
|---|
| Kasus Kematian Misterius Nenek di Sindon Boyolali, Polisi Periksa 8 Saksi |
|
|---|
| Misteri Kematian Perempuan di Boyolali Belum Terungkap, Polisi Tunggu Hasil Autopsi |
|
|---|
| Misteri Perempuan di Boyolali Meninggal Usai Makan Sate Ayam, Keluarga Ungkap Kejanggalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Polisi-melakukan-ekshumasi-makam-wanita-yang-diduga-korban-keracunan-di-Ngemplak-Boyolali.jpg)