Temuan Bocah Meninggal di Sragen

Lingkungan Rumah Korban Relatif Sepi, Tak Ada Warga yang Mengetahui Peristiwa Tragis Bilqis

Tidak ada warga yang melihat maupun mendengar kejadian yang menimpa Bilqis.

Tayang:
TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
OLAH TKP - Kepolisian Resor (Polres) Sragen kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan jasad Bilqis, bocah perempuan berusia 11 tahun, di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Keluarga Bilqis (11), bocah yang ditemukan meninggal dunia di Desa Dawung, Jenar, Sragen, berharap polisi segera mengungkap pelaku. 
  • Rumah korban berada di lingkungan yang relatif sepi sehingga tidak ada warga yang melihat maupun mendengar kejadian yang menurut penyelidikan awal diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.00–10.30 WIB. 
  • Korban ditemukan oleh ibunya saat pulang bekerja dari pabrik pada Jumat sore.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Keluarga Bilqis (11), bocah perempuan yang ditemukan meninggal dunia di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku di balik peristiwa tragis yang menimpa korban.

Perwakilan keluarga korban, Moewardi, mengatakan keluarga masih sangat terpukul atas kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku harus segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan perbuatannya.

Baca juga: Keluarga Menunggu Hasil Autopsi Aminah yang Tewas Usai Makan Sate Kiriman Menantu di Boyolali

Baca juga: Polres Sragen Gelar Olah TKP Ulang Kasus Tewasnya Bilqis Bocah 11 Tahun, Tiga Saksi Sudah Diperiksa

"Kami berharap kasus ini segera terungkap. Pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," ujar Moewardi, Sabtu (6/6/2026).

Menurut keterangan keluarga, tidak ada warga yang melihat maupun mendengar kejadian yang menimpa Bilqis.

Kondisi tersebut diduga karena lokasi rumah korban berada di lingkungan yang relatif sepi dengan aktivitas warga yang tidak terlalu ramai pada siang hari.

Berdasarkan penyelidikan awal kepolisian, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.00 hingga 10.30 WIB.

Namun, hingga korban ditemukan, tidak ada laporan maupun keterangan dari warga yang mengetahui kejadian tersebut secara langsung.

Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya sendiri yang baru pulang bekerja dari sebuah pabrik pada Jumat (5/6/2026) sore.

Penemuan itu sontak membuat keluarga dan warga sekitar terkejut.

Tak Ada Firasat Mencurigakan

Moewardi mengungkapkan, sebelum kejadian tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang dirasakan keluarga.

Aktivitas korban sehari-hari juga berjalan seperti biasa sehingga keluarga sama sekali tidak menyangka akan terjadi peristiwa tersebut.

Hingga Sabtu (6/6/2026), aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban.

Keluarga berharap kasus tersebut dapat segera terungkap agar memberikan keadilan bagi korban dan ketenangan bagi masyarakat sekitar. (*) 

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved