Makam di Boyolali Diekshumasi

Keluarga Menunggu Hasil Autopsi Aminah yang Tewas Usai Makan Sate Kiriman Menantu di Boyolali

Kuasa hukum keluarga, Wiwik Dwi Habsari, menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan pihak yang diperiksa polisi sebagai pelaku.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Hanang Yuwono
Grafis Tribunwow
JENAZAH - Ilustrasi jenazah. Keluarga korban Aminah (56), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, berharap kasus kematian yang diduga berkaitan dengan konsumsi sate misterius kiriman orang tak dikenal segera menemukan titik terang. 

Ringkasan Berita:
  • Keluarga Aminah (56), warga Boyolali, berharap kasus kematian yang diduga terkait sate kiriman orang tak dikenal segera terungkap.
  • Kuasa hukum menyebut proses hukum masih berjalan dan pihak keluarga menunggu hasil ekshumasi Biddokes Polda Jateng untuk memastikan penyebab kematian.
  • Polisi masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil forensik. Keluarga menyoroti adanya kejanggalan karena korban sempat menerima dan mengonsumsi makanan kiriman misterius.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Keluarga korban Aminah (56), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, berharap kasus kematian yang diduga berkaitan dengan konsumsi sate misterius kiriman orang tak dikenal segera menemukan titik terang.

Kuasa hukum keluarga, Wiwik Dwi Habsari, menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan pihak yang diperiksa polisi sebagai pelaku.

Menurutnya, proses hukum masih berjalan dan keluarga saat ini menunggu hasil ekshumasi dari Biddokes Polda Jawa Tengah sebagai kunci pengungkapan penyebab kematian korban.

Baca juga: Bilqis Bocah 11 Tahun di Sragen Meninggal Secara Tragis, Keluarga Berharap Pelaku Segera Ditemukan

“Kalau dari keluarga kami tidak berani menyebut itu terduga pelaku. Polisi masih memeriksa saksi-saksi. Saat ini kami menunggu hasil ekshumasi Biddokes Polda Jateng,” ujar Wiwik, Jumat (5/6/2026).

Ia menambahkan, setelah hasil forensik keluar, pihak keluarga bersama kuasa hukum dan Polres Boyolali akan menyampaikan keterangan resmi kepada publik.

Hal ini dilakukan agar informasi yang beredar tetap berdasarkan data dan hasil ilmiah.

“Kalau hasilnya sudah keluar nanti akan kami sampaikan bersama pihak kepolisian dan keluarga. Ini perkara sensitif, jadi tidak bisa berspekulasi,” jelasnya.

PENGAMANAN - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5) itu diduga meninggal karena keracunan, setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya yang tinggal di Kartasura.
PENGAMANAN - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5) itu diduga meninggal karena keracunan, setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya yang tinggal di Kartasura. (TribunSolo.com/Istimewa)

Kejanggalan Menurut Keluarga

Wiwik menegaskan, laporan kasus ini berangkat dari kejanggalan yang dirasakan keluarga terkait penyebab kematian Aminah.

Terlebih, korban disebut sempat mengonsumsi makanan berupa sate kiriman dari seseorang yang tidak dikenal melalui layanan pengantaran.

Baca juga: Waspada! Website Palsu Penerimaan Murid Baru Beredar di Solo, Diduga Tipu Orang Tua Agar Kirim Uang

“Ada kejanggalan karena sebelum meninggal korban sempat menerima dan mengonsumsi makanan kiriman orang yang belum diketahui identitasnya. Keluarga hanya ingin tahu penyebab pastinya,” ungkapnya.

Ia berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Keluarga pun disebut siap menerima hasil akhir apapun yang ditemukan.

“Mudah-mudahan cepat ada hasilnya. Keluarga hanya ingin kepastian, apakah ada unsur lain atau tidak. Apapun hasilnya nanti kami terima,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Indra Wira Saputra menyampaikan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan. Pihaknya juga menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Hasil autopsi nanti akan kami sampaikan pada saat rilis,” singkatnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved