Desakan Pencopotan Camat Selogiri

Polemik Camat-Perangkat Desa di Selogiri, Warga Beri Penilaian Beragam

Wargamenilai persoalan Camat dan Perangkat Desa Selogiri berakar dari gaya komunikasi dan proses adaptasi seorang pemimpin.

Tayang:
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Tri Widodo
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
DESAKAN COPOT CAMAT. Rapat Koordinasi Pemkab Wonogiri bersama perangkat desa se Kecamatan Selogiri, Jumat (5/6/2026). Mereka meminta Camat Selogiri dicopot. 

Ringkasan Berita:
  • Polemik antara Camat Selogiri, Fredy Sasono, dan perangkat desa dinilai kurang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.
  • Sebagian warga berpendapat seorang pemimpin harus mampu membangun hubungan yang baik dengan perangkat desa dan memahami kondisi sosial masyarakat di wilayah tugasnya. Bahkan, ada yang mendukung usulan pemindahan atau pencopotan camat sebagai bentuk evaluasi.
  • Namun, warga lainnya menilai Fredy memiliki kelebihan dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. 

 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Polemik antara Camat Selogiri Fredy Sasono dan perangkat desa yang berujung tuntutan pencopotan jabatan mendapat perhatian masyarakat.

Sejumlah warga mengaku memahami keluhan perangkat desa, sementara sebagian lainnya menilai persoalan tersebut berakar dari gaya komunikasi dan proses adaptasi seorang pemimpin di tempat baru.

Baca juga: Perangkat Desa Selogiri Wonogiri Minta Camat Dicopot dari Jabatannya, Apakah Aturan Memperbolehkan?

Baca juga: Duduk Perkara Desakan Pencopotan Camat Selogiri, Diduga Mempermalukan Petugas Upacara

Fredy sendiri baru menjabat sebagai Camat Selogiri mulai Januari 2026 lalu.

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi camat di Kecamatan Wonogiri dan Giritontro.

Diketahui, ada sejumlah permasalahan yang dikeluhkan para perangkat desa, salah satunya adalah Camat Fredy kerap menggunakan tutur kata yang kurang pas.

Salah satu warga menilai persoalan yang muncul kemungkinan dipengaruhi proses adaptasi yang belum berjalan antara camat dengan perangkat desa maupun masyarakat setempat.

"Seharusnya bonding dulu ya sama warga dan perangkat desa. Kebiasaan lama dibawa ke tempat baru, ya tidak semua orang bisa menerima," kata warga itu.

Pendapat lebih tegas disampaikan warga lain yang menyoroti pentingnya kemampuan seorang aparatur sipil negara (ASN) memahami karakter masyarakat tempatnya bertugas.

Menurutnya, seorang camat memiliki peran strategis menjaga hubungan harmonis antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat.

"Setiap ASN harus memahami karakteristik masyarakat di tempat dia bertugas. Hal itu menentukan cara bersikap dan bertutur kata di dalam masyarakat. Salah satu tugas camat adalah menjaga kondusivitas dan harmonisasi kerja di wilayah kecamatan," ujarnya.

Menurut dia, kondisi yang memunculkan ketidaknyamanan antara camat dan perangkat desa seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

Ia juga sepakat dengan kenginan para perangkat desa yang menginginkan Fredy dicopot dari jabatan Camat Selogiri dan bisa dimutasi ke kecamatan lain.

"Digeser saja," ujarnya.

Dukungan Warga

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved