Fakta Menarik Tentang Klaten

Asal-usul Nama Desa Ngolodono, Karangdowo, Klaten : Ada Legenda Ki Ageng Bantaran Angin

Tokoh tersebut dikenal sebagai Pangeran Bentar atau Ki Ageng Bantaran Angin, murid dari Sunan Kalijaga melalui Ki Ageng Suto Wijoyo.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
karangdowo.klaten.go.id
SEJARAH DESA - Tampak depan Kantor Desa Ngolodono di Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah. Beginilah asal-usul nama Desa Ngolodono. 

Seiring waktu, Desa Ngolodono berkembang secara administratif dengan sejumlah kepala desa yang pernah memimpin, yaitu:

  • Taru Moeljono (s/d 1957)
  • Boedjo Moeljono (1957–1987)
  • Abu Aswad (1988–1997)
  • Suparno, BA (1998–2005)
  • Sugiman (2007–2013)
  • Jumadi, S.Ag (2013–2018)
  • Jumadi, S.Ag (2019–2025)

Kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan desa dari masa ke masa.

Warisan Sejarah dan Identitas Lokal

Hingga kini, Desa Ngolodono tidak hanya dikenal sebagai wilayah administratif, tetapi juga sebagai desa dengan nilai sejarah dan budaya yang kuat.

Kisah asal-usulnya yang terkait dengan penyebaran Islam di Jawa serta tokoh-tokoh spiritual menjadikan desa ini memiliki identitas khas yang masih dihormati oleh masyarakat setempat.

Warisan cerita tersebut terus hidup sebagai bagian dari tradisi lisan yang memperkaya sejarah lokal Klaten dan memperkuat ikatan masyarakat dengan akar budayanya.

Wisata di Dekat Desa Ngolodono

1. Gunung Wijil

Gunung Wijil adalah sebuah bukit dengan panorama hamparan persawahan hijau yang indah, membuatnya populer sebagai tempat bersantai dan berfoto.

Selain itu, area ini dikenal sebagai destinasi religi, karena terdapat tiga kompleks makam bersejarah di puncaknya.

Salah satu makam bahkan dikelilingi tembok setinggi tiga meter.

Alamat: Gunungwijil, Kupang, Kec. Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah 57464.

2. Candi Untoroyono

Candi Untoroyono merupakan cagar budaya yang hingga kini masih difungsikan sebagai tempat ibadah umat Hindu.

Candi ini terletak di atas tanah yang dikenal angker pada masa lalu, disebut Jalmo Moro Jalmo Mati, yang berarti wilayah yang tidak boleh dianggap remeh karena kisah mistisnya.

Candi ini memiliki ciri arsitektur bergaya Bali dengan dominasi warna hitam, merah, dan emas yang khas.

Alamat: Jl. Karangwungu–Pedan No. 354, Nayan, Kalangan, Kec. Pedan, Klaten, Jawa Tengah 57468.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved