TKA 2026
Boyolali Peringkat 10 TKA Jateng, Disdikbud Sebut Nilai Siswa Lebih Murni
Boyolali mendapat peringkat ke-10 dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah (Jateng). Kini mereka berniat untuk menuju langkah standardisasi.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Disdikbud Boyolali menyambut pelaksanaan TKA 2026 sebagai langkah menuju standardisasi penilaian pendidikan secara nasional.
- Boyolali berencana menggelar TKA lokal mulai 2027 untuk mata pelajaran yang belum diujikan dalam TKA nasional dengan melibatkan sekolah negeri, swasta, dan madrasah.
- Hasil TKA SMP di Jawa Tengah menempatkan Boyolali di peringkat ke-10 dari 35 kabupaten/kota dengan nilai rata-rata 55,61.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Boyolali meraih prestasi hasil TKA tingkat SMP di Jawa Tengah.
Kota susu ini mendapatkan peringkat ke-10 dari 35 kabupaten/kota.
Rata-rata nilai siswa SMP di Boyolali tercatat 55,61 dengan rincian nilai Bahasa Indonesia 66,67 dan Matematika 43,54.
Untuk tingkat sekolah, nilai rata-rata tertinggi diraih SMP ABI-UMI dengan skor 71,46.
Posisi berikutnya ditempati SMP Negeri 1 Boyolali dengan nilai 70,19, disusul SMP Al Abidin dengan nilai 65,56.
Sedangkan untuk nilai sempurna Bahasa Indonesia, sejumlah siswa berhasil meraih skor 100.
Mereka berasal dari SMP Negeri 1 Boyolali, SMP ABI-UMI, SMP Al Abidin, SMP Negeri 4 Boyolali, dan SMP Al Madinah Nogosari.
TKA Sebagai Standardisasi Penilaian
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali menyambut pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang mulai diterapkan tahun 2026 sebagai langkah menuju standardisasi penilaian pendidikan secara nasional.
Bahkan, pihaknya merencanakan akan mengadakan TKA lokal di Boyolali.
Mata pelajaran yang belum diuji dalam TKA akan diujikan melalui TKA lokal di Boyolali.
Baca juga: Hasil TKA SD dan SMP Dirilis, 17 Siswa Al Abidin Raih Nilai Sempurna
Kepala Disdikbud Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengatakan pelaksanaan TKA tahun ini masih bersifat uji coba dan belum menjadi kewajiban bagi seluruh siswa.
"TKA tahun 2026 ini baru dilaksanakan pertama kali dan sifatnya tidak wajib. Jadi siswa bisa mengikuti, bisa juga tidak mengikuti," kata Dwi Hari Kuncoro saat ditemui TribunSolo.com di kantornya, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan perdana ini hanya ada dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia untuk jenjang SD maupun SMP.
Meski masih tahap awal, hasil TKA sudah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu komponen seleksi jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
| Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Rabu 10 Juni 2026 : Cerah, Suhu Udara Dingin Malam hingga Pagi |
|
|---|
| Agenda Solo Hari ini Rabu 10 Juni 2026 : Ada New BnR di Selasar Ngarsopuro |
|
|---|
| Akibat Gas Bocor, Warung Makan di Mojogedang Karanganyar Terbakar |
|
|---|
| Siang Hari di Solo Butuh yang Segar? Ini Rekomendasi Jus Buah di Solo: Porsi Jumbo, Harga Terjangkau |
|
|---|
| Gegara Iseng, Pelaku Teror Pocong di Ngoresan Solo Minta Maaf Usai Viral |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Sebanyak-2700-siswai-SMK-di-seluruh-Indonesia-telah-mendapatkan-pencerahan-dan-pemahaman.jpg)