Kenaikan Harga BBM
Harga BBM Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Antrean Pertalite Mengular di SPBU se-Solo Raya
Pemandangan antrean panjang terlihat di berbagai SPBU wilayah Solo Raya, mulai Solo, Klaten, Sukoharjo, Boyolali hingga Wonogiri.
Penulis: Tribun Network | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga menembus Rp16.250 per liter memicu antrean panjang Pertalite di sejumlah SPBU se-Solo Raya, Rabu (10/6).
- Banyak warga memilih rela mengular demi mendapatkan BBM subsidi.
- Sementara sebagian lainnya terpaksa tetap membeli Pertamax karena dikejar waktu dan aktivitas kerja.
TRIBUNSOLO.COM - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga menembus Rp16.250 per liter memicu antrean panjang Pertalite di sejumlah SPBU se-Solo Raya, Rabu (10/6).
Banyak warga memilih rela mengular demi mendapatkan BBM subsidi, sementara sebagian lainnya terpaksa tetap membeli Pertamax karena dikejar waktu dan aktivitas kerja.
Lonjakan harga Pertamax dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter membuat masyarakat mulai menghitung ulang pengeluaran harian mereka untuk bahan bakar kendaraan.
Pemandangan antrean panjang terlihat di berbagai SPBU wilayah Solo Raya, mulai Solo, Klaten, Sukoharjo, Boyolali hingga Wonogiri.
Di SPBU Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan, antrean kendaraan roda dua untuk mengisi Pertalite tampak mengular sejak siang hari. Tiga baris sepeda motor terlihat memenuhi area pengisian BBM subsidi.
Sementara itu, antrean di jalur Pertamax justru tampak lengang.
Salah seorang pengemudi ojek online, Rijal, mengaku kini memilih tetap mengantre Pertalite setelah harga Pertamax melonjak tinggi.
"Ya biasa, kalau Pertalite kan antri. Tapi ya kalau saat ini kan Pertamax naik, jadi agak panjang," ujarnya.
Padahal sebelumnya ia kerap memilih Pertamax ketika antrean Pertalite terlalu panjang.
"Wah kalau beli Pertamax ya berat, saya baru keluar belum banyak orderan," jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Jombor, Sukoharjo. Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite bahkan mengular hingga ratusan meter.
Supervisor SPBU Jombor Sukoharjo, Irwan Hermanto, mengatakan lonjakan antrean mulai terasa sejak hari pertama kenaikan harga Pertamax diberlakukan.
Baca juga: Enggan Beralih ke Pertalite, Pengguna Pertamax di Solo Berharap Harga Segera Turun
"Kondisinya kondusif. Tetapi untuk antrean Pertalite bertambah. Biasanya memang ramai jam-jam segini, tetapi ini saya lihat semakin ramai," ujarnya.
Menurut Irwan, sebagian masyarakat mulai beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menghemat pengeluaran bahan bakar.
Meski demikian, ia mengatakan masih ada konsumen yang tetap membeli Pertamax karena belum mengetahui adanya kenaikan harga.
| Pemandangan Sore di SPBU Klaten, Antrean Pengisi Pertalite Mengular |
|
|---|
| Enggan Beralih ke Pertalite, Pengguna Pertamax di Solo Berharap Harga Segera Turun |
|
|---|
| Imbas Harga BBM Pertamax Naik, OPD Klaten Tak Lagi Pakai Mobil Dinas, Bakal Ganti Bus Sekolah |
|
|---|
| Kondisi SPBU Tempursari Boyolali, Hanya 3 Kendaraan Isi Pertamax dalam 30 Menit |
|
|---|
| Batas Pembelian Pertalite SPBU Jombor Sukoharjo Maksimal 10 Liter per Transaksi, Ini Penjelasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Antrean-panjang-Solo.jpg)