Kenaikan Harga BBM

Stok Terbatas, Pertalite Tetap Jadi Buruan Pengendara di Klaten

Pertalite tetap diburu di Klaten, ini meski stoknya menipis. Bahkan petugas sudah memberikan tulisan pemberitahuan soal stok.

Tayang:
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
STOK TERBATAS. Pengumuman bensin subsidi Pertalite yang terpasang di SPBU Wilayah Kabupaten Klaten. 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga Pertamax membuat banyak warga Klaten beralih ke BBM subsidi Pertalite. Antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU meski pengendara harus mengantre lebih lama.
  • Stok Pertalite di SPBU dibatasi dan dibagi ke tiga shift penjualan, masing-masing sekitar 2.300 liter per shift.
  • Sejumlah SPBU, seperti di Jonggrangan dan Delanggu, kehabisan Pertalite pada sore hari sehingga beberapa pengendara memilih putar balik tanpa mengisi bensin.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kenaikan harga BBM Pertamax memicu masyarakat beralih ke BBM subsidi Pertalite di Kabupaten Klaten.

Pantauan TribunSolo.com, banyak masyarakat yang membeli Pertalite meski harus mengantre.

Terlihat antrean panjang di beberapa SPBU wilayah Kabupaten Klaten.

Meski begitu, diketahui bahwa stok Pertalite sudah lama dibatasi penyalurannya ke SPBU.

Hal ini membuat beberapa SPBU tidak menjual BBM jenis Pertalite.

Baca juga: Petugas Jalur Pertalite Lebih Sibuk di SPBU Solo Usai Harga Pertamax Naik

Baca juga: Viral Gerai Koperasi Merah Putih Disebut Berdiri di Tengah Hutan Kismantoro, Camat Bantah

Seperti di SPBU Jonggrangan, terlihat antrean berangsur berkurang karena stok Pertalite habis pada sore hari.

Hal yang sama juga terlihat di SPBU wilayah Kecamatan Delanggu.

Tidak terlihat adanya antrean pembelian bensin karena stok Pertalite kosong.

Salah satu petugas SPBU mengatakan bahwa stok Pertalite memang terbatas.

"Dibatasi (stoknya)," ujarnya.

LEBIH SEPI. Perbedaan antrean jalur pembelian BBM jenis Pertamax dan Pertalite di salah satu SPBU di Kota Solo usai harga Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, Rabu (10/6/2026).
LEBIH SEPI. Perbedaan antrean jalur pembelian BBM jenis Pertamax dan Pertalite di salah satu SPBU di Kota Solo usai harga Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, Rabu (10/6/2026). (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Membagi Tiga Shift Penjagaan

Pembatasan di SPBU itu dilakukan dengan membagi jatah ke tiga shift penjagaan.

"Kalau di sini dibagi tiga, pagi, sore, malam," jelasnya.

Setiap pembagian terdiri dari sekitar 2 ribu liter.

"Sekitar 2.300 liter per shift," ucapnya.

Beberapa pengendara motor terlihat masuk ke dalam SPBU, namun tidak jadi mengisi bensin dan memilih putar balik karena adanya pengumuman yang terpasang.

Sementara itu, penjualan BBM Pertalite masih belum dibuka kembali. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved