Kemarau di Solo Raya
Siaga Kekeringan, Pemkab Klaten Mulai Droping Air Bersih ke Wilayah Lereng Merapi
Pemkab Klaten mulai droping air bersih untuk antisipasi kekeringan 2026 di kawasan Lereng Merapi.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Pemkab Klaten mulai menyalurkan air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026.
- Program droping air bersih difokuskan ke wilayah rawan kekurangan air, terutama kawasan Lereng Merapi.
- BPBD Klaten berharap distribusi air bersih dapat memenuhi kebutuhan warga dan mengurangi dampak kekeringan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Pemkab Klaten mulai menjalankan program droping air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun 2026.
Program tersebut menyasar sejumlah wilayah yang selama ini masuk kategori rawan kekurangan pasokan air bersih.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah mitigasi sejak dini mengingat ancaman kekeringan mulai muncul di beberapa wilayah Kabupaten Klaten.
"Karena beberapa wilayah di Kabupaten Klaten ini ada potensi kerawanan kekeringan, maka kemudian pemerintah daerah membuat program droping pengadaan air bersih," ujarnya, Senin (15/6/2026).
Fokus Lereng Merapi
Program distribusi air bersih tersebut mulai dijalankan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dengan fokus awal di kawasan Lereng Merapi yang kerap mengalami kesulitan air saat musim kemarau.
Menurut Hamenang, kebutuhan air masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah daerah sehingga pasokan air bersih akan terus dikirim secara bertahap selama musim kemarau berlangsung.
Ia berharap langkah tersebut mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi pada tahun ini.
Baca juga: Antisipasi Kekeringan, BPBD Klaten Rancang Rencana Buat Sumur Dalam di Desa Sidorejo dan Tegalmulyo
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Klaten Syahruna menjelaskan wilayah yang dipetakan berpotensi mengalami kekeringan masih berada di Kecamatan Kemalang.
Beberapa desa yang masuk kawasan rawan antara lain Desa Kendalsari, Tlogowatu, Sidorejo, dan Tegalmulyo.
(*)
| Boyolali Siagakan 95 Titik Mata Air Hadapi Musim Kemarau, Wonosamodro Terbanyak |
|
|---|
| Dampak El Nino di Karanganyar, Petani Bawang Panen Justru Lebih Cepat, Ini Sebabnya |
|
|---|
| Petani Karanganyar Diimbau Tak Panik Hadapi El Nino, Wajib Terapkan Pola Budidaya Hemat Air |
|
|---|
| Hadapi El Nino 2026, Petani Karanganyar Dianjurkan Gunakan Benih Padi Genjah |
|
|---|
| Dampak El Nino di Karanganyar : Petani Padi Merugi, Hortikultura Justru Untung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Siaga-potensi-kekeringan-tahun-2026-BPBD-Klaten-mulai-lakukan-program-droping-air.jpg)