Aksi Solidaritas Ojol

Cerita Petugas Damkar saat DPRD Solo Dibakar Massa : Kami Sempat Diintai Sekelompok Orang

Tim damkar Solo sempat menghadapi situasi sulit ketika massa menghalangi laju mobil damkar di Jalan Adi Sucipto.

|
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
TERBAKAR - Gedung Sekretariat DPRD Solo beserta pos satpam terbakar kena sasaran amukan massa, Sabtu (30/8/2025) dini hari. Kerusuhan dipicu oleh tragedi pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Petugas pemadam kebakaran (damkar) Solo sempat diintai pendemo saat berusaha mencari jalan alternatif menuju DPRD Solo untuk memadamkan api yang melahap Gedung Sekretariat DPRD Solo, Sabtu (30/9/2025) dini hari.

Kepala Bidang Penyelamatan dan Penanganan Kebakaran dan Pertolongan Korban Dinas Damkar Surakarta, Moch Usman, mengungkapkan bagaimana timnya menghadapi situasi sulit ketika massa menghalangi laju mobil damkar di Jalan Adi Sucipto.

“Itu pun kita diintai dari belakang. Cari jalan alternatif. ‘Mohon maaf, ndan, ini diintai sama pendemo’. Kita sembunyi di belakang kantor dewan,” jelas Usman kepada TribunSolo.com, Rabu (3/9/2025).

TANGANI KERUSUHAN - Kepala Bidang Penyelamatan dan Penanganan Kebakaran dan Pertolongan Korban Dinas Damkar Surakarta Moch Usman, ditemui Rabu (3/9/2025). Ia bercerita salah satu petugas yang berusaha ke lokasi kebakaran dihalangi massa di sekitar Jalan Adi Sucipto dari arah timur
TANGANI KERUSUHAN - Kepala Bidang Penyelamatan dan Penanganan Kebakaran dan Pertolongan Korban Dinas Damkar Surakarta Moch Usman, ditemui Rabu (3/9/2025). Ia bercerita salah satu petugas yang berusaha ke lokasi kebakaran dihalangi massa di sekitar Jalan Adi Sucipto dari arah timur (TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin)

Sebelumnya, petugas damkar bahkan sempat diminta putar balik oleh massa.

Anehnya, permintaan itu disampaikan tanpa nada kasar, bahkan dengan menawarkan rokok.

“Balik kanan saya kasih rokok pulang ke kantormu,” ungkap Usman menirukan ucapan salah satu massa.

Meski dianggap cukup kooperatif, kondisi itu jelas menghambat upaya pemadaman.

Usman menegaskan pihaknya memilih cari aman dan menunggu situasi terkendali.

Baca juga: Kisah di Balik Ricuh DPRD Solo, Massa Minta dengan Sopan Damkar Balik Mundur Sambil Beri Rokok

“Cukup kooperatif tidak arogan. Mereka memberikan rokok pada anggota. Kita tidak ada problem dengan pendemo. Walaupun mengganggu kinerja kita,” katanya.

Akhirnya, proses pemadaman hanya mengandalkan satu unit damkar yang sudah berada di dalam kompleks DPRD.

Untungnya, terdapat sumber air PDAM yang bisa digunakan.

“Dengan keterbatasan kita koordinasi dengan PDAM ada sumber air sehingga kita menggunakan pola pemadaman statis,” terang Usman.

Baru setelah pasukan TNI menghalau massa sekitar pukul 03.00 WIB, mobil damkar lain bisa masuk ke lokasi.

Sayangnya, api sudah terlanjur membesar.

Baca juga: Detik-detik Tukang Becak Kolaps Pasca Lihat Kericuhan di Solo, Sempat Muntah-muntah dan Pegangi Dada

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved