Grup Facebook Gay di Solo
Belasan Anak Sekolah di Solo Terjangkit HIV, SPEK-HAM Ingatkan Bahaya Stigma dan Diskriminasi
SPEK-HAM Solo mendorong agar anak sekolah yang terinfeksi HIV agar terhindar dari stigma dan diskriminasi.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) Solo mendorong agar anak sekolah yang terinfeksi HIV agar terhindar dari stigma dan diskriminasi.
Seperti diketahui, sekitar 15 anak sekolah di Kota Solo diketahui telah terinfeksi HIV.
Demi mencegah stigma dan diskriminasi, Yayasan SPEK-HAM menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan identitas mereka.
“Kita harus memastikan bahwa anak-anak yang sudah terinfeksi HIV ini terlindungi rahasianya agar mereka tidak menerima stigma dan diskriminasi karena stigma dan diskriminasi masih kuat. Jangan sampai nanti anak-anak ini justru dikeluarkan dari sekolah,” ujar Direktur SPEK-HAM, Rahayu Purwaningsih, saat dihubungi Selasa (23/9/2025).
Rahayu juga menyoroti pentingnya akses pengobatan yang memadai bagi anak-anak tersebut.
Ia mengingatkan bahwa kekerasan dari orang tua yang tidak menerima kondisi anaknya bisa menjadi penghambat utama dalam proses pengobatan.
“Kita pastikan bahwa anak-anak ini bisa mendapatkan akses pengobatan, dia tidak mengalami kekerasan pada saat orang tuanya tahu. Misalkan karena justru itu nanti menghambat anak ini tidak mendapatkan pengobatan, kemudian mengalami penyakit-penyakit penyerta,” jelas Rahayu.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk tidak menghakimi orientasi seksual seseorang yang hidup dengan HIV.
Menurutnya, sebagian anak bisa jadi merupakan korban dari penularan yang tidak mereka kehendaki.
“Karena kemudian kita juga harus merefleksikan. Sebetulnya apakah anak-anak ini berangkat dari korban, misalkan dia korban kekerasan seksual dari orang-orang yang sudah terinfeksi HIV. Saya tidak ingin melihat lebih jauh tentang orientasi seksual karena kami menghormati apapun pilihan orientasi seksual seseorang,” tutur Rahayu.
Rahayu juga mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi penularan HIV yang dilakukan secara sengaja oleh pengidap yang merasa sakit hati.
“Jangan sampai menjadi pelaku, karena kayak sakit hati kemudian dia menularkan HIV-nya itu pada orang lain. Ini juga harus dimitigasi saya rasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa layanan pengobatan HIV saat ini sudah tersedia di seluruh puskesmas dan beberapa rumah sakit.
Namun, jaminan kerahasiaan data pasien harus menjadi perhatian utama agar mereka tidak takut untuk berobat.
Grup Facebook
Gay
Gay Surakarta dan Sekitarnya
Kota Solo
Multiangle
Meaningful
Komisi Penanggulangan AIDS
HIV/AIDS
Homoseksual
Lelaki Seks Lelaki
SPEK-HAM
Eksklusif
| Ada 15 Remaja Pengidap HIV/AIDS di Solo, KPA Pastikan Telah Mendapat Terapi ARV |
|
|---|
| Grup Gay Solo Bakal Diseret ke Ranah Hukum, Polisi Kini Selidiki |
|
|---|
| Buntut Ramai Grup Gay Diduga Mengarah ke Prostitusi di Solo, Satpol PP Razia Kos-Kosan Tak Berizin |
|
|---|
| Waduh, Sejumlah Kos Tak Berizin Disinyalir Jadi Lokasi Bisnis Prostitusi Gay di Solo |
|
|---|
| Belasan Pelajar Solo Kena HIV, Dinas Putar Otak Cari Opsi Belajar Aman : Agar Hak Sekolah Terpenuhi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual-ilustrasi-pemerkosaan.jpg)