Grup Facebook Gay di Solo

Belasan Pelajar Solo Kena HIV, Dinas Putar Otak Cari Opsi Belajar Aman : Agar Hak Sekolah Terpenuhi

Sebanyak 15 anak sekolah di Kota Solo yang berusia antara 15 hingga 19 tahun diketahui terjangkit HIV.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN
SISWA BELAJAR - Ilustrasi siswa belajar di kelas, beberapa waktu lalu. Sekitar 15 anak sekolah berusia 15-19 tahun di Solo terjangkit HIV, belum lama ini. Dinas Pendidikan Kota Solo menjamin hak pendidikan mereka tetap terpenuhi. Proses pembelajaran dapat disesuaikan agar anak tersebut nyaman. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 15 anak sekolah di Kota Solo yang berusia antara 15 hingga 19 tahun diketahui terjangkit HIV.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dwi Ariyatno, menegaskan bahwa hak pendidikan mereka akan tetap dijamin.

“Ya terkait dengan itu, prinsipnya pembelajaran untuk anak tetap diberikan. Metodenya yang diberikan tentunya kesepakatan antara pengelola pendidikan, orang tua dan juga lingkungan yang ada di situ,” ungkap Dwi.

Menurutnya, proses pembelajaran dapat disesuaikan agar anak-anak tersebut tetap merasa nyaman.

Jika pembelajaran dilakukan secara klasikal di sekolah reguler, maka edukasi kepada lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah stigma dan kecemasan.

“Kalau ketika kemudian memang itu bersekolah, mengikuti produk program merugikan reguler kita, pada prinsipnya memang ada edukasi yang kita sampaikan kepada lingkungan. Dalam arti untuk kaitannya supaya tidak tidak terbangun kecemasan atau ketakutan,” jelas Dwi.

ILUSTRASI HIV - Ilustrasi penanganan HIV/AIDS. Sekitar 15 anak sekolah berusia 15-19 tahun di Solo terjangkit HIV, belum lama ini. Dinas Pendidikan Kota Solo  menjamin hak pendidikan mereka tetap terpenuhi. Proses pembelajaran dapat disesuaikan agar anak tersebut nyaman.
ILUSTRASI HIV - Ilustrasi penanganan HIV/AIDS. Sekitar 15 anak sekolah berusia 15-19 tahun di Solo terjangkit HIV, belum lama ini. Dinas Pendidikan Kota Solo menjamin hak pendidikan mereka tetap terpenuhi. Proses pembelajaran dapat disesuaikan agar anak tersebut nyaman. (KOMPAS.com/Kontributor Pasuruan, Moh. Anas)

Dwi juga membuka opsi pembelajaran privat bagi anak-anak yang merasa kurang nyaman dengan lingkungan sekolah umum.

Metode seperti homeschooling bisa menjadi alternatif.

“Pembelajarannya itu misalnya itu tidak dilaksanakan secara reguler itu ada juga pembelajaran yang sifatnya privat itu. Seperti misalnya kalau di beberapa metode itu ada namanya homeschooling. Jadi guru-gurunya yang kemudian nanti akan datang mengajarkan apa pengetahuan yang dibutuhkan anak anak ini. Proses pembelajarannya itu bisa ditempuh juga,” tutur Dwi.

Selain menjamin akses pendidikan, Dwi menekankan pentingnya perlindungan identitas anak-anak pengidap HIV agar tidak menjadi korban stigma sosial.

“Iya tetap. Itu perlu dibicarakan karena sifatnya kan khusus. Ya supaya supaya nanti anak-anak itu tetap mendapatkan hak pembelajarannya. Tapi juga melindungi terkait dengan identitas yang bersangkutan,” terang Dwi.

Hingga saat ini, Dinas Pendidikan belum menerima data rinci terkait anak-anak pengidap HIV tersebut.

Namun, Dwi memastikan pihaknya siap memberikan bantuan jika dibutuhkan.

“Kalau memang ada kesulitan pasti akan akan meminta bantuan dari kita nanti. Kira kira apa yang bisa kita tawarkan untuk menjamin pembelajaran anak tetap dipenuhi,” jelas Dwi.

Baca juga: Belasan Anak Sekolah di Solo Terjangkit HIV, SPEK-HAM Ingatkan Bahaya Stigma dan Diskriminasi

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved