Warga Solo Protes Pendirian SPPG
Kunjungi SPPG di Solo, Aria Bima Sebut Awalnya Skeptis Program MBG Bisa Berjalan Lancar
Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI Aria Bima mengungkapkan mulanya cukup skeptis dengan program yang dicanangkan Prabowo-Gibran ini.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI Aria Bima mengunjungi SD N 2 Kleco dan SPPG Laweyan Kota Barat untuk meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Solo, Jumat (17/10/2025).
Aria Bima mengungkapkan mulanya cukup skeptis dengan program yang dicanangkan Prabowo-Gibran ini.
Namun, lambat laun menurutnya program ini sudah mengarah ke arah yang lebih baik.
“Awalnya saya skeptis pesimis apakah program bisa berjalan dengan sekup pelayanan yang begitu masif dan butuh ketepatan waktu dengan pemrosesan yang tidak mudah. Bagaimana menanak nasi 3000 anak seperti apa. Perlu ada satu upgrading bentuk pengawasan dan pemberdayaan yang langsung menangani di dapurnya,” kata Aria Bima, Jumat (17/10/2025).
Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mensukseskan program ini.
“Ada kolaborasi antara BGN dengan pemerintah. Sekarang sudah cukup jelas. Dinas pendidikan daerah mana saja yang akan diberi. Ini harus dikerjakan secara bersama-sama. Tidak bisa hanya dikerjakan badan yang vertikal saja. Tetapi untuk pemerintah daerah beserta dinas-dinasnya harus terlibat,” katanya.
Ia mengakui sejumlah aspek dalam pelaksanaan perlu dibenahi.
Baca juga: Pembangunan SPPG Sekitar Kediaman Gibran di Solo Ditolak Warga, Aria Bima Tegaskan Harus Tetap Jalan
Aria Bima berharap pembenahan ini terus dilakukan agar sesuai dengan target yang ingin dicapai.
“Tahap awal ada sedikit hal yang kurang beres kalau itu dibenahi dengan berbagai perbaikan program strategis nasional tentang makan bergizi gratis ini akan berhasil,” tuturnya.
Apalagi tahun depan pemerintah akan menggelontorkan dana hingga Rp 325 triliun untuk menyokong program ini.
“Ini untuk lebih menjamin kepastian baik kualitas gizinya juga pengawasan proses menyiapkan makanannya. Tahun 2026 program ini akan mencapai target maksimal 325 triliun akan disiapkan untuk program makan bergizi gratis ini. Maka infrastrukturnya perlu betul-betul tidak asal-asalan,” tuturnya.
Baca juga: Di Solo, Aria Bima Ungkap Posisi PDIP Pasca Pemberian Amnesti Hasto : Mitra Kritis & Mitra Strategis
Ia pun optimis target penerapan MBG dengan sasaran 56 juta porsi bisa tercapai. Namun ia menekankan agar pemerintah daerah lebih banyak dilibatkan.
“Semoga sampai akhir 2025 target pemerintah untuk memberikan hampir sekitar 56 juta bisa tercapai. Saya percaya kalau ditangani antara badan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah tercapai target tersebut,” terangnya.
Ia pun akan mengusulkan agar ASN di pemerintah daerah dibekali kemampuan lebih agar lebih optimal dalam membantu pengoperasian dan pengawasan program ini.
| Sempat Tuai Penolakan Warga, Proyek Dapur SPPG Sekitar Kediaman Gibran di Solo Bakal Lanjut |
|
|---|
| Mitra Sudah Tawarkan Kas RT Hingga Aspal Jalan, Warga Tetap Tolak SPPG Dekat Kediaman Gibran di Solo |
|
|---|
| Tak Ada Jaminan, Warga Khawatir Dampak Lingkungan Dapur SPPG Sekitar Rumah Gibran di Solo |
|
|---|
| Warga Klaim Pemilihan Lokasi Dapur SPPG Sekitar Rumah Gibran di Solo Usulan Mitra : Bukan Pusat! |
|
|---|
| Terungkap Status Lahan Calon Lokasi Dapur SPPG Sekitar Rumah Gibran di Solo, Nunggak PBB Sejak 2019 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-Komisi-2-DPR-RI-Aria-Bima-saat-mengunjungi-SPPG-Laweyan-Kota-Barat-di-Solo-Jawa-Tengah.jpg)