Limbah Dapur MBG Cemari Saluran Air

Ultimatum DLH Solo Soal Limbah Dapur MBG: 14 Hari untuk Perbaiki Instalasi Limbah

DLH Solo sudah merespons kasus dugaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuanyar 3.

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
PERBAIKI IPAL. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuanyar 3. Protes warga soal limbah mencuat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kasus dugaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuanyar 3 mencuat ke publik. 

Terkait ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta memberikan peringatan keras. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta, Agung Riyadi, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan waktu 14 hari kepada dapur SPPG Banyuanyar 3 untuk memperbaiki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Langkah ini diambil setelah muncul protes warga akibat limbah sisa cucian yang mengalir ke saluran air permukiman dan menimbulkan bau tak sedap.

“Ini sudah kami verifikasi. Kami berikan rekomendasi maksimal 14 hari, IPAL harus sudah terkelola dengan baik,” ungkap Agung saat dihubungi, Selasa (21/10/2025).

Meski tengah melakukan pembenahan, SPPG Banyuanyar 3 tetap beroperasi menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, pembuangan limbah sementara dialihkan ke tempat lain.

Baca juga: Kasus Dugaan Pencemaran Limbah Mencuat, Baru Satu dari 31 SPPG di Solo Ajukan SPPL

“Tetap berjalan, tapi limbahnya dikelola secara manual. Itu kan pembuangan dari cucian, sekarang sudah dialihkan,” jelasnya.

Agung menegaskan, limbah seharusnya tidak dibuang langsung ke saluran air warga, terutama jika menimbulkan bau tidak sedap.

“Sebelum proses pengolahan selesai, limbahnya tidak boleh masuk ke saluran warga karena bisa menimbulkan bau,” tuturnya.

Saat dilakukan verifikasi lapangan, petugas menemukan bahwa pengelola SPPG memang sedang melakukan pembenahan IPAL.

Namun, karena proses perbaikan dilakukan bersamaan dengan kegiatan operasional, sebagian limbah masih merembes ke saluran warga.

“Begitu ada laporan masuk melalui ULAS, kami langsung verifikasi ke lokasi. Dari hasil pengecekan, memang sedang dibangun IPAL baru, tapi belum selesai. Karena masih beroperasi, limbah cucian itu merembes, apalagi saat hujan jadi menimbulkan bau,” jelasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved