Keluhan Warga Sekitar Pasar Silir Solo
Bau Busuk Tercium Setiap Hari, Warga Sekitar Pasar Silir Solo Berdampingan dengan Limbah Pasar Hewan
Perwakilan RW, tokoh masyarakat, dan LPMK Mojo menggelar audiensi dengan DPRD Kota Surakarta pada tengah pekan ini.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Rifatun Nadhiroh
Ringkasan Berita:
- Warga sekitar Pasar Hewan Mojo/Pasar Silir mengeluhkan limbah dan bau busuk yang telah berlangsung bertahun-tahun.
- Perwakilan RW, tokoh masyarakat, dan LPMK Mojo mengadu ke DPRD Solo karena limbah berdampak pada puskesmas, sekolah, rumah sakit, dan permukiman.
- Warga menegaskan masalah terjadi sepanjang musim, dengan bau saat kemarau dan limbah masuk rumah saat hujan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Warga di sekitar pasar hewan Mojo atau yang juga dikenal dengan nama Pasar Silir mengeluh dengan limbah yang mencemari lingkungan mereka.
Bahkan tak hanya setahun dua tahun, limbah tersebut telah berdampingan dengan masyarakat di sana sudah cukup lama.
Keluhan terkait bau busuk, limbah, serta ancaman kesehatan lingkungan yang dihasilkan oleh pasar hewan tersebut pun telah disampaikan ke DPRD Solo beberapa waktu lalu.
Perwakilan RW, tokoh masyarakat, dan LPMK Mojo menggelar audiensi dengan DPRD Kota Surakarta pada tengah pekan ini.
Sementara itu, Ketua RW 08, M. Iskandar mengatakan bahwa warga kampung mempertanyakan pemeliharaan pasar.
Bukan tanpa alasan, menurut Iskandar di lingkungan mereka juga terdapat pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti rumah sakit, puskesmas hingga sekolah yang cukup terdampak dengan limbah yang dihasilkan oleh pasar.
Baca juga: Bekas Sekolah di Desa Tlobong Klaten Disulap Jadi Warung Makan Lokal Bersinar, Viral di Medsos
“Setiap lewat pasti mencium bau busuk, apalagi kalau hujan. Ini sudah kami tahan bertahun-tahun" ujar Iskandar, Minggu (7/12/2025).
"Bayangkan, berdekatan dengan puskesmas, sekolah, rumah sakit, kantor kelurahan. Masak pasar hewan ditempatkan di sana?” lanjut dia.
Hal serupa juga dikeluhkan oleh Ketua LPMK, Joko Wiranto menerangkan bahwa kondisi limbah pasar yang mencemari lingkungan warga tersebut tak mengenal musim.
“Musim kemarau bau, musim hujan limbah masuk ke rumah. Ini bukan keluhan sesaat, tapi persoalan hidup sehari-hari warga,” tegas Joko.
Baca juga: Asal-usul Pasar Triwindu Solo : Awalnya Hanya Pasar Malam, Persembahan Putri Mangkunegoro VII
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bau-tak-sedap-Pasar-Silir-SoloPasar-Hewan-Mojo.jpg)