Keluhan Warga Sekitar Pasar Silir Solo
Sudah Dibahas sejak 2018, Relokasi Pasar Hewan Silir Mojo Mandek Gegara Satu Masalah Ini!
Sudah sejak 2018 wacana relokasi muncul ke permukaan, namun pembahasan itu tak pernah benar-benar bergerak.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Relokasi Pasar Hewan Silir Mojo pernah dibahas pada 2018, namun berhenti karena lahan rencana pemindahan merupakan milik Pemprov.
- IPAL pasar sudah lama tidak berfungsi dan kondisi kios banyak yang keropos, memicu keluhan warga soal limbah.
- Pemkot menyebut relokasi belum bisa dilakukan karena belum ada lahan pengganti yang jauh dari permukiman.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Isu pemindahan Pasar Hewan Silir Mojo ternyata bukan hal baru.
Sudah sejak 2018 wacana relokasi muncul ke permukaan, namun pembahasan itu tak pernah benar-benar bergerak.
Semua terkunci pada satu hal yakni lahan yang direncanakan sebagai lokasi baru ternyata milik Pemprov, bukan Pemkot.
Sejak itu, wacana relokasi seolah menggantung di udara, sementara masalah di lapangan terus menumpuk.
Di sekitar pasar, aroma limbah yang menguar kini menjadi keluhan harian warga.
Di tengah kepadatan perkampungan Pasar Kliwon, bau itu bukan sekadar gangguan—tetapi tanda dari persoalan lama yang tak kunjung terselesaikan.
Di kantor Pemerintah Kota Solo, keluhan warga itu pun akhirnya mendapatkan respons.
Sekretaris Dinas Perdagangan, Joko Sartono, menyebut ada banyak persoalan yang menjerat pasar hewan tersebut.
Baca juga: Bau Busuk Tercium Setiap Hari, Warga Sekitar Pasar Silir Solo Berdampingan dengan Limbah Pasar Hewan
Salah satunya, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah lama berhenti berfungsi.
Mesin yang semestinya mengendalikan limbah itu seperti barang usang yang dibiarkan tidur terlalu lama.
“Tahun 2018 pernah dibahas relokasi, tapi lahan rencana relokasi milik Pemprov, sehingga belum bisa dilakukan,” terang Joko, Minggu (7/12/2025).
Tak berhenti pada soal limbah, kondisi fisik pasar pun memprihatinkan.
Lapak-lapak tua berdiri dengan kayu yang rapuh, beberapa bagian kios ayam dan kambing tampak mengelupas, menunjukkan usia yang tak lagi muda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kondisi-Pasar-Hewan-Mojo-atau-Silir-Kecamatan-Pasar-Kliwon-Solo-Minggu-7122025.jpg)