Sejarah di Kota Solo
Asal-usul Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan Solo, Namanya dari Dermawan Belanda dan PB VII
Setiap gereja menetapkan jadwal misa yang berbeda-beda guna mengakomodasi umat agar dapat beribadah dengan tertib dan khidmat.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Seluruh gereja di Solo menggelar ibadah Natal 24–25 Desember 2025 salah satunya adalah Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan.
- Gereja Santo Antonius Purbayan merupakan gereja Katolik pertama di Solo, dibangun tahun 1916 oleh Romo Cornelis Stiphout, SJ, dan menjadi lokasi baptisan Pahlawan Nasional Ignatius Slamet Riyadi.
- Gereja cagar budaya bergaya Neo Gothik ini berada di pusat Kota Solo. Nama Purbayan berasal dari KGPH Purubaya (Pakubuwono VII), mencerminkan sejarah toleransi di Surakarta.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Seluruh gereja di Kota Solo, Jawa Tengah, akan menggelar ibadah Natal mulai Malam Natal pada Selasa, 24 Desember 2025 hingga Hari Raya Natal pada Rabu, 25 Desember 2025.
Setiap gereja menetapkan jadwal misa yang berbeda-beda guna mengakomodasi umat agar dapat beribadah dengan tertib dan khidmat.
Salah satu gereja yang telah menetapkan jadwal misa Natal adalah Gereja Katolik Santo Antonius Padua Purbayan yang berlokasi di Jalan Arifin No. 1, Pasar Kliwon, Kota Surakarta.
Baca juga: Asal-usul Gua Maria Marganingsih Bayat, Oase Spiritual di Klaten Jawa Tengah
Gereja Katolik pertama di Kota Solo ini membagi Misa Natal ke dalam beberapa sesi.
Pada Selasa, 24 Desember 2025, Gereja Santo Antonius Purbayan menggelar dua kali Misa Malam Natal.
Misa pertama dilaksanakan pada pukul 17.00 WIB, sedangkan misa kedua berlangsung pada pukul 19.30 WIB.
Pembagian jadwal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi umat yang hadir.
Gereja Katolik Pertama di Kota Solo
Gereja Santo Antonius Purbayan memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi perkembangan agama Katolik di Kota Bengawan.
Gereja ini merupakan gereja Katolik pertama di Solo yang dibangun pada November 1916 oleh Romo Cornelis Stiphout, SJ.
Selain menjadi pusat peribadatan umat Katolik hingga kini, Gereja Santo Antonius Purbayan juga menjadi saksi sejarah penting bangsa Indonesia.
Baca juga: Jadwal Misa Natal 2025 di Gereja Solo, Jangan Sampai Salah Jam
Di gereja inilah Brigadir Jenderal (Anumerta) Ignatius Slamet Riyadi, Pahlawan Nasional, menerima Sakramen Baptis pada tahun 1949.
Nama Slamet Riyadi kemudian diabadikan oleh Pemerintah Kota Solo menjadi nama jalan utama dan patung, yakni Jalan Brigjen Slamet Riyadi serta Patung Slamet Riyadi di Bundaran Gladak.
Awal Penyebaran Agama Katolik di Surakarta
Sejarah Gereja Santo Antonius Purbayan tidak lepas dari misi penyebaran agama Katolik pada masa pemerintahan kolonial Belanda.
Pada tahun 1827, Pemerintah Belanda mengutus Pastor Lambertus Prisen untuk menjalankan misi Katolik di Jawa Tengah, termasuk Surakarta.
| Perbedaan Gudeg Solo dan Jogja, Menu Sarapan Favorit yang Punya Sejarah Panjang |
|
|---|
| Sejarah Stadion Manahan Solo yang Dikritik Andre Rosiade Mirip Sawah, DIbangun di Era Soeharto |
|
|---|
| Asal-usul Panggung Songgo Buwono Keraton Solo, Kondisinya Pasca-revitalisasi Disorot Kubu Purboyo |
|
|---|
| Mengenal Honggowongso, Sosok Jenius Perancang Bangunan dan Infrastruktur Keraton Solo |
|
|---|
| Fakta Batik Solo: Warisan Keraton yang Mendunia, Tiap Motifnya Punya Filosofi Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ngunan-utama-Gereja-St-Antonius-Purbayan-Kota-Solo-Di-geraja-itu-d.jpg)