Fakta Menarik Tentang Solo

Kenapa Banyak Warga Solo Raya Gelar Acara Nikah di Bulan Rajab? Ini Alasan dan Mitos-mitosnya

Ada beberapa alasan mengapa bulan Rajab dipilih sebagai waktu pernikahan yang dianggap istimewa.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
SURYA/PURWANTO
HANTARAN PERNIKAHAN - Peserta mengikuti kelas praktek dalam pelatihan membuat hantaran pernikahan di Hotel Pelangi, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (15/5/2024). Ini alasan kenapa banyak warga Solo Raya gelar pernikahan di bulan Rajab. (SURYA/PURWANTO) 

Ringkasan Berita:
  • Bulan Rajab 1447 H (21 Desember 2025–19 Januari 2026) dipilih banyak warga Solo Raya untuk menikah karena termasuk bulan haram yang dimuliakan dalam Islam dan dianggap penuh berkah.
  • Rajab dekat dengan Ramadan dan menjadi bulan peringatan Isra Mi’raj, sehingga pernikahan dinilai bernilai ibadah dan membawa kebaikan.
  • Faktor budaya Jawa (Primbon) dan bertepatan dengan libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru turut mendorong tingginya acara pernikahan.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -  Minggu, 21 Desember 2025 menandai awal bulan Rajab 1447 Hijriah, salah satu bulan penting dalam kalender Islam yang dinanti umat Muslim.

Bulan Rajab berlangsung selama 30 hari dan akan berakhir pada 19 Januari 2026.

Banyak warga Solo Raya memanfaatkan momentum ini untuk menggelar pernikahan.

Baca juga: Kenapa Kota Solo Punya Banyak Stasiun Kereta Api dan Lokasinya Berdekatan? Ini Sejarahnya

Ada beberapa alasan mengapa bulan Rajab dipilih sebagai waktu pernikahan yang dianggap istimewa.

PERNIKAHAN ADAT JAWA - Ilustrasi pernikahan adat Jawa saat momen Temu Panggih. GKR Bendoro dan KPH Yudanegara mengikuti prosesi panggih di Keraton Yogyakarta, DI Yogyakarta, Selasa (18/10/2011). Beginilah sejarah gending Kebo Giro yang dilantunkan ketika momen sakral Temu Panggih.
PERNIKAHAN ADAT JAWA - Ilustrasi pernikahan adat Jawa saat momen Temu Panggih. GKR Bendoro dan KPH Yudanegara mengikuti prosesi panggih di Keraton Yogyakarta, DI Yogyakarta, Selasa (18/10/2011). Ini alasan kenapa banyak warag Solo Raya gelar hajatan pernikahan di bulan Rajab. (TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI)

Keistimewaan Bulan Rajab dalam Islam

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam.

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan:

“Setahun berputar sebagaimana keadaanya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari)

Bulan haram ini dianggap mulia, di mana umat Muslim dianjurkan meningkatkan ibadah dan menjauhi perbuatan dosa. Menikah di bulan Rajab dianggap sebagai perbuatan ibadah yang mendapatkan keberkahan dan keutamaan.

Baca juga: Kenapa Banyak Warga Solo Raya Jateng Pilih Gelar Pernikahan di Bulan Desember? Ini Alasannya

Beberapa keistimewaan menikah di bulan Rajab antara lain:

  • Waktu yang istimewa

Bulan Rajab dimuliakan Allah SWT sehingga pernikahan di bulan ini dianggap penuh berkah.

  • Dekat dengan Ramadan

Rajab hanya berjarak satu bulan dari Ramadan, bulan yang penuh keberkahan. Hadis riwayat Ahmad menyebut doa untuk berkah di Rajab, Sya’ban, dan Ramadan.

  • Bulan Isra Mi’raj

 Bulan Rajab juga memperingati peristiwa Isra Mi’raj, yang menjadi momentum penting dalam sejarah Islam.

  • Bulan Rajab tahun ini bertepatan dengan hari libur

Tahun 2025, bulan Rajab bertepatan dengan libur sekolah, Natal, cuti bersama, dan Tahun Baru, sehingga memudahkan perencanaan pesta pernikahan.

Baca juga: Kenapa Keraton Solo Didominasi Warna Biru Muda? Ternyata Ini Sejarah dan Filosofinya

Pandangan Masyarakat Jawa

Selain alasan agama, masyarakat Jawa juga percaya bulan Rajab membawa keberkahan dan keselamatan dalam pernikahan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved