Fakta Menarik Tentang Solo

Mengenal 12 Musim Pranata Mangsa Jawa, Pedoman Bertani Warisan Leluhur di Solo Raya

Dalam bahasa Jawa, kata “pranata” berarti aturan atau ketentuan, sedangkan “mangsa” berarti musim.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com / Anang Ma'ruf
PANEN DI SAWAH - Panen raya padi di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Masyarakat Jawa, termasuk Solo Raya, zaman dahulu memiliki cara tersendiri untuk membaca perubahan cuaca dan menentukan waktu terbaik bercocok tanam. 

Ringkasan Berita:
  • Pranata mangsa merupakan sistem penanggalan tradisional Jawa yang dipakai petani untuk menentukan waktu tanam berdasarkan perubahan alam dan peredaran semu Matahari.
  • Sistem ini telah ada sejak sebelum era Hindu, lalu dikembangkan pada masa Sultan Agung dan dinamai resmi oleh Paku Buwono VII.
  • Pranata mangsa membagi setahun menjadi 12 musim dengan ciri cuaca, perilaku hewan, hingga aktivitas bertani yang berbeda-beda.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Masyarakat Jawa, termasuk Solo Raya, zaman dahulu memiliki cara tersendiri untuk membaca perubahan cuaca dan menentukan waktu terbaik bercocok tanam.

Salah satu warisan budaya yang masih dikenal hingga kini adalah pranata mangsa, sistem penanggalan tradisional yang digunakan para petani sebagai pedoman bertani.

Pranata mangsa bukan sekadar pembagian musim biasa.

Baca juga: Sejarah Kabupaten Sragen Bisa Dijuluki Bumi Sukowati, Penghormatan untuk Pangeran Mangkubumi

Sistem ini lahir dari pengamatan alam selama ratusan tahun dan menjadi bentuk kearifan lokal masyarakat Jawa dalam memahami perubahan iklim, arah angin, hingga perilaku hewan dan tumbuhan.

Asal-usul Pranata Mangsa

Dalam bahasa Jawa, kata “pranata” berarti aturan atau ketentuan, sedangkan “mangsa” berarti musim.

Dengan demikian, pranata mangsa dapat diartikan sebagai aturan mengenai musim.

Sistem ini dipercaya sudah ada sejak masa sebelum pengaruh Hindu masuk ke Nusantara.

Pada masa Kerajaan Mataram Islam di bawah pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma, pranata mangsa mulai dikembangkan menjadi sistem kalender pertanian yang lebih teratur.

Baca juga: 20 Daftar Peserta Championship 2026-2027: Persis Solo Turun Kasta, Derbi Jateng Berpotensi Tersaji

Kemudian pada era Kasunanan Surakarta, Sunan Paku Buwono VII secara resmi memperkenalkan istilah pranata mangsa.

Hingga sekarang, sistem tersebut masih dipakai sebagian petani Jawa meski mulai tergeser perkembangan teknologi modern dan prediksi cuaca digital.

12 Musim dalam Pranata Mangsa Jawa

Pranata mangsa membagi satu tahun menjadi 12 musim berdasarkan peredaran semu Matahari.

Setiap musim memiliki ciri khas alam, aktivitas pertanian, hingga tanda-tanda tertentu yang dipercaya masyarakat Jawa.

1. Mangsa Kasa (22 Juni–1 Agustus)

Mangsa Kasa menjadi awal musim kemarau dengan durasi sekitar 41 hari.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved