BST Koridor 6 Dihentikan

Deretan Koridor BST dan Feeder yang Masih Beroperasi di Kota Solo

Setelah penghapusan beberapa koridor akibat biaya operasional tinggi dan rendahnya jumlah penumpang, layanan BST Solo kini tersisa 5 koridor

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Andreas Chris
BST - Ilustrasi bus Batik Solo Trans (BST). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghentikan operasional Feeder Batik Solo Trans (BST) Koridor 11 dan Koridor 6 sejak 1 Januari 2026. Pemkot Solo mengalihkan penumpang ke rute lain melalui penyesuaian jalur feeder yang masih beroperasi. 
Ringkasan Berita:
  • BST Solo kini hanya beroperasi lima koridor utama akibat penghapusan koridor yang sepi penumpang dan tingginya biaya operasional
  • Layanan angkutan feeder juga disesuaikan menjadi lima koridor baru, memastikan rute strategis tetap terlayani
  • Penumpang Koridor 11 dialihkan ke Koridor 7, menjaga akses transportasi publik tetap efisien di Solo

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Setelah penghapusan beberapa koridor akibat biaya operasional yang tinggi dan rendahnya jumlah penumpang, layanan Batik Solo Trans (BST) Solo kini tersisa lima koridor utama.

Penyesuaian ini dilakukan untuk menjaga kelangsungan transportasi publik di Solo sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Koridor BST yang Masih Beroperasi

Saat ini, lima koridor BST yang tetap beroperasi adalah:

  • Koridor 1: Terminal Palur – Bandara Adi Soemarmo
  • Koridor 2: Terminal Palur – Stasiun Purwosari
  • Koridor 3: Terminal Kartasura – Taman Lansia (belakang UNS)
  • Koridor 4: Terminal Kartasura – Terminal Palur
  • Koridor 5: Terminal Kartasura – Simpang Sidan (Bekonang/Sukoharjo)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Muhammad Taufiq, menjelaskan bahwa pengurangan koridor terjadi setelah anggaran dari pemerintah pusat dipangkas.

“Yang didanai pusat hanya BST Koridor 1, jadi karena belum ada solusi soal sharing operasional ya sementara ini berhenti dulu. 2027 mungkin bisa dibicarakan lagi untuk menghidupkan lagi koridor ini,” jelasnya.

BST - Ilustrasi bus Batik Solo Trans (BST).  Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghentikan operasional Feeder Batik Solo Trans (BST) Koridor 11 dan Koridor 6 sejak 1 Januari 2026. Pemkot Solo mengalihkan penumpang ke rute lain melalui penyesuaian jalur feeder yang masih beroperasi.
BST - Ilustrasi bus Batik Solo Trans (BST). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menghentikan operasional Feeder Batik Solo Trans (BST) Koridor 11 dan Koridor 6 sejak 1 Januari 2026. Pemkot Solo mengalihkan penumpang ke rute lain melalui penyesuaian jalur feeder yang masih beroperasi. (TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin)

Penyesuaian Layanan Feeder

Selain penghapusan koridor, layanan angkutan feeder juga disesuaikan menjadi lima koridor baru, agar tetap menjangkau titik-titik strategis di Kota Solo:

  • Koridor 7: RS Ngipang – Pasar Klewer
  • Koridor 8: Sub Terminal Pelangi Mojosongo – Pasar Legi
  • Koridor 9: Sub Terminal Pelangi – RSUD Bung Karno Semanggi
  • Koridor 10: Terminal Palur – Pasar Klewer
  • Koridor 12: Pasar Klewer – Gentan (Sukoharjo)

“Jadi untuk Feeder Koridor 11 tidak sekadar dihilangkan, tetapi dilengkapi dengan penyesuaian rute. Rute yang di sana di-cover angkutan feeder yang sebelumnya melayani rute lain,” tuturnya.

Bagi penumpang yang sebelumnya menggunakan Feeder Koridor 11 dari Terminal Tirtonadi ke Pasar Klewer, kini dapat memanfaatkan Koridor 7 yang rutenya telah disesuaikan.

“Untuk pengguna Feeder yang biasa naik dari Terminal Tirtonadi ke Pasar Klewer sekarang bisa menggunakan Feeder Koridor 7 karena rutenya sudah disesuaikan ulang,” ujar Taufiq.

Baca juga: Senasib Koridor 6 Batik Solo Trans, Koridor 11 Feeder BST Juga Ikut Dihapus

Tujuan Penyesuaian

Menurut Taufiq, langkah ini diambil agar layanan transportasi publik tetap berjalan efisien tanpa mengurangi akses masyarakat ke rute-rute utama.

Meskipun beberapa koridor dihentikan sementara, penyesuaian jalur feeder memastikan pengguna tetap dapat mencapai tujuan penting di Kota Solo.

“Koridor 11 menjadi salah satu yang dikorbankan karena menurutnya koridor ini sepi peminat,” jelas Taufiq.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved