Fakta Menarik Tentang Solo
Kenapa Orang Solo Mengucapkan 'Kulonuwun' saat Bertamu? Ini Makna dan Filosofinya
Frasa ini berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni kulo yang berarti saya dan nuwun yang berarti meminta.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Kulonuwun adalah sapaan khas warga Solo Raya yang diucapkan sebelum mengetuk pintu saat bertamu, bermakna “permisi” dan berasal dari kata kulo (saya) dan nuwun (meminta).
- Lebih dari basa-basi, kulonuwun mencerminkan etika Jawa untuk menjaga sopan santun, menghormati tuan rumah, serta memastikan kehadiran tamu tidak mengganggu keharmonisan.
- Diucapkan dengan bahasa krama inggil sebagai simbol kerendahan hati, tradisi kulonuwun kini mulai jarang digunakan seiring perubahan zaman.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tribuners punya pengalaman mengucapkan kulonuwun tiap bertamu ke rumah orang?
Kata kulonuwun ini jamak diucapkan warga Solo Raya, Jawa Tengah.
Biasa diucapkan sebelum pintu diketuk.
Dilansir TribunSolo.com dari berbagai sumber, sapaan sederhana ini bukan sekadar basa-basi, melainkan bagian penting dari etika dan filosofi hidup masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi sopan santun dan keharmonisan.
Baca juga: Alasan Kenapa Banyak Kuliner Tradisional Enak di Solo, Ada Pengaruh Keraton & Penjajahan Belanda
Arti Kulonuwun
Secara harfiah, kulonuwun berarti permisi.
Frasa ini berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni kulo yang berarti saya dan nuwun yang berarti meminta.
Ketika digabungkan, kulonuwun menjadi ungkapan permohonan izin yang sarat makna penghormatan.
Dalam bahasa Indonesia, maknanya bukan hanya “permisi”, tetapi juga “saya mohon izin dengan penuh hormat”.
Lebih dari Sekadar Sapaan
Dalam tradisi Jawa, khususnya di Solo, mengucapkan kulonuwun saat bertamu adalah bentuk kesadaran etis.
Ucapan ini menyiratkan pesan: jangan sampai kehadiran saya mengganggu keharmonisan yang sudah ada
Dengan kata lain, tamu menempatkan dirinya sebagai pihak yang datang belakangan dan menghormati ruang, waktu, serta keberadaan tuan rumah.
Baca juga: Penjelasan Kenapa Kartasura Masuk Wilayah Sukoharjo, Padahal Lebih Dekat dengan Solo
Dilihat dari kacamata etika Jawa, kulonuwun bukanlah ucapan basa-basi.
Ini bisa jadi pernyataan orang Jawa untuk menjaga harmoni, baik secara lahiriah maupun batiniah.
Harmoni inilah nilai utama dalam budaya Jawa, di mana hubungan antarindividu, lingkungan, dan perasaan satu sama lain harus tetap selaras.
Cara dan Waktu Mengucapkan Kulonuwun
| Ini Bedanya Bakso Solo, Bakso Wonogiri, dan Bakso Malang : Ternyata Bisa Dilihat dari Teksturnya |
|
|---|
| 8 Mitos Bangun Rumah Menurut Masyarakat Jawa, Masih Dipercaya Sebagian Warga Solo Raya |
|
|---|
| Penjelasan Kenapa Kebanyakan Soto di Solo Berkuah Bening dan Porsinya Minimalis |
|
|---|
| Kota Solo Raih Predikat Kota Paling Maju di Indonesia Nomor 1, Ini Faktor-faktor Penilaiannya |
|
|---|
| 12 Mitos Pernikahan yang Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat Solo, Ada Istilah 'Kebo Balik Kandang' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-keraton-solo-terbaru.jpg)