Fakta Menarik Tentang Solo

Kenapa Orang Solo Mengucapkan 'Kulonuwun' saat Bertamu? Ini Makna dan Filosofinya

Frasa ini berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni kulo yang berarti saya dan nuwun yang berarti meminta.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
IKON KOTA SOLO - Suasana Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Rabu (12/11/2025). Orang Jawa terutama Solo sering ucapkan kulonuwun saat bertamu, ini maknanya. 

Ringkasan Berita:
  • Kulonuwun adalah sapaan khas warga Solo Raya yang diucapkan sebelum mengetuk pintu saat bertamu, bermakna “permisi” dan berasal dari kata kulo (saya) dan nuwun (meminta).
  • Lebih dari basa-basi, kulonuwun mencerminkan etika Jawa untuk menjaga sopan santun, menghormati tuan rumah, serta memastikan kehadiran tamu tidak mengganggu keharmonisan.
  • Diucapkan dengan bahasa krama inggil sebagai simbol kerendahan hati, tradisi kulonuwun kini mulai jarang digunakan seiring perubahan zaman.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tribuners punya pengalaman mengucapkan kulonuwun tiap bertamu ke rumah orang?

Kata kulonuwun ini jamak diucapkan warga Solo Raya, Jawa Tengah.

Biasa diucapkan sebelum pintu diketuk.

Dilansir TribunSolo.com dari berbagai sumber, sapaan sederhana ini bukan sekadar basa-basi, melainkan bagian penting dari etika dan filosofi hidup masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi sopan santun dan keharmonisan.

Baca juga: Alasan Kenapa Banyak Kuliner Tradisional Enak di Solo, Ada Pengaruh Keraton & Penjajahan Belanda

Arti Kulonuwun

Secara harfiah, kulonuwun berarti permisi.

Frasa ini berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yakni kulo yang berarti saya dan nuwun yang berarti meminta.

Ketika digabungkan, kulonuwun menjadi ungkapan permohonan izin yang sarat makna penghormatan.

Dalam bahasa Indonesia, maknanya bukan hanya “permisi”, tetapi juga “saya mohon izin dengan penuh hormat”.

Abdi dalem mengetuk pintu Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sabtu (13/2/2021).
MAKNA PERMISI - Abdi dalem mengetuk pintu Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Sabtu (13/2/2021). Orang Jawa terutama Solo sering ucapkan kulonuwun saat bertamu, ini maknanya. (TribunSolo.com)

Lebih dari Sekadar Sapaan

Dalam tradisi Jawa, khususnya di Solo, mengucapkan kulonuwun saat bertamu adalah bentuk kesadaran etis.

Ucapan ini menyiratkan pesan: jangan sampai kehadiran saya mengganggu keharmonisan yang sudah ada

Dengan kata lain, tamu menempatkan dirinya sebagai pihak yang datang belakangan dan menghormati ruang, waktu, serta keberadaan tuan rumah.

Baca juga: Penjelasan Kenapa Kartasura Masuk Wilayah Sukoharjo, Padahal Lebih Dekat dengan Solo

Dilihat dari kacamata etika Jawa, kulonuwun bukanlah ucapan basa-basi.

Ini bisa jadi pernyataan orang Jawa untuk menjaga harmoni, baik secara lahiriah maupun batiniah.

Harmoni inilah nilai utama dalam budaya Jawa, di mana hubungan antarindividu, lingkungan, dan perasaan satu sama lain harus tetap selaras.

Cara dan Waktu Mengucapkan Kulonuwun

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved