Perebutan Tahta Keraton Solo
Cucu PB XIII Bantah Terlibat Pengeroyokan di Keraton Solo: Justru Ingin Menyelamatkan
Cucu Pakubuwono XIII, BRM Suryo Mulyo membantah melakukan penganiayaan. DIa malah hendak menyelamatkan korban yang melaporkan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- LDA Keraton Solo membantah tudingan BRM Suryo Mulyo terlibat pengeroyokan abdi dalem RP.
- KPH Eddy menyebut dalam video yang beredar tidak ada bukti BRM Suryo melakukan kekerasan.
- Bentrokan terjadi di Bangsal Siaga Pulisen saat massa pendukung PB XIV Hangabehi dan PB XIV Purboyo bertemu. KPH Eddy menegaskan pihaknya bertindak dalam rangka menjalankan tugas membuka akses keraton untuk agenda peninjauan Menteri Kebudayaan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Cucu Pakubuwono XIII, BRM Suryo Mulyo, dituduh terlibat pengeroyokan seorang abdi dalem berinisial RP saat terjadi bentrok antara kedua kubu pendukung penerus takhta Keraton Kasunanan Surakarta.
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi, mengungkapkan justru BRM Suryo berusaha menyelamatkan RP dari amukan massa dengan menyingkirkannya dari kerumunan.
“Yang saya lihat kan begini. Dia di samping saya. Saya juga lihat anak ini sangat agresif, yang rambut putih itu. Mas Suryo Mulyo narik, dibawa minggir supaya tidak terjadi sesuatu kepada dia,” ungkap KPH Eddy saat ditemui di Semorokoto, Selasa (20/1/2026).
BRM Suryo memang terlihat melingkarkan tangannya di leher RP.
Namun, dalam video yang beredar belum ada bukti bahwa ia ikut melakukan tindakan kekerasan yang berujung korban mengalami luka.
Setelah bentrokan terjadi, KPH Eddy yang juga berada di lokasi saat kejadian berlangsung tak tahu-menahu bagaimana nasib RP setelah itu.
“Terus dilepas kan. Setelah dilepas Mas Suryo Mulyo saya nggak tahu. Tapi yang pasti Mas Suryo Mulyo menyelamatkan anak ini. Mau benturan sama yang lain,” tuturnya.
Saat ini pihaknya belum mendapat pemberitahuan mengenai pelaporan yang dilakukan oleh kubu Pakubuwono XIV Purboyo.
Ia sendiri tak tahu-menahu mengenai kejadian pengeroyokan yang membuat RP luka hingga baju robek.
“Belum (ada pemberitahuan). Belum ada apa-apa. Kita juga baru tahu dari media. Bajunya robek, robeknya di mana saya juga nggak tahu,” terangnya.
Peristiwa itu terjadi di Bangsal Siaga Pulisen.
Sebelumnya, keributan dimulai saat pihak Lembaga Dewan Adat (LDA) yang mendukung Pakubuwono XIV Hangabehi berusaha membuka Pintu Kori Gajahan dari dalam.
Mereka memanjat tembok dengan tangga bambu.
Pihak Pakubuwono XIV Purboyo berusaha menghalangi, namun akhirnya pintu berhasil terbuka.
| Tanggapi Baliho PB XIV Hangabehi, Kubu PB XIV Purboyo Masih Kaji: Dicopot atau Dibiarkan |
|
|---|
| Kubu PB XIV Purboyo Soroti Baliho PB XIV Hangabehi: Bisa Bikin Masyarakat Bingung |
|
|---|
| LDA Pasang Baliho PB XIV Hangabehi Pewaris Tahta Keraton Solo, Klaim Berlandaskan Adat dan Hukum |
|
|---|
| Tak Hanya di Gladak, LDA Rencanakan Baliho Pengukuhan PB XIV Hangabehi di Berbagai Lokasi Solo |
|
|---|
| Baliho Pengukuhan PB XIV Hangabehi Muncul di Gladak Solo, LDA Tegaskan Sesuai Adat dan Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Cucu-Pakubuwono-XIII-BRM-Suryo.jpg)