Sejarah Kuliner Legendaris
Sejarah Risoles, Kuliner Eropa yang Kini jadi Jajanan Populer di Solo
Salah satu kuliner adaptasi Eropa yang populer di Solo adalah Risoles, atau sering disebut risol.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Risoles merupakan kuliner adaptasi Belanda yang populer di Solo. Hidangan ini berupa pastri berisi daging atau sayuran, dibungkus kulit dadar tipis, lalu digoreng hingga renyah dan keemasan.
- Asal-usulnya dari Eropa sejak abad ke-13 dan masuk Indonesia pada masa kolonial Belanda. Resepnya kemudian diadaptasi dengan bahan lokal, isian makin beragam, serta kulit lebih tipis sesuai selera masyarakat.
- Di Solo, Risol Keraton viral dengan empat varian rasa dan mampu menjual ribuan biji setiap hari.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, sampai saat ini masih menyimpan ragam kuliner adapatasi Belanda.
Salah satu kuliner adaptasi Eropa yang populer di Solo adalah Risoles, atau sering disebut risol.
Risol adalah salah satu jenis pastri berisi yang populer di Indonesia.
Baca juga: Sejarah Ayam Panggang Mbok Denok di Jatipuro, Kuliner Legendaris di Karanganyar
Hidangan ini berupa isian daging dan sayuran yang dibungkus kulit dadar tipis, kemudian digoreng setelah dilapisi kocokan telur dan tepung panir hingga berwarna keemasan dan renyah.
Selain digoreng, risoles juga bisa dipanggang dalam oven dan kerap disajikan sebagai makanan pembuka (hors-d'oeuvre) atau hidangan ringan.
Risoles berukuran kecil bahkan sering digunakan sebagai pelengkap sajian utama berbahan daging unggas maupun sapi.
Ragam Isian dan Jenis Risoles
Isian risoles sangat beragam, mulai dari daging ayam, daging sapi, ikan, udang, jamur kancing, hingga aneka sayuran seperti wortel, kentang, dan buncis.
Kulit risoles dibuat dari campuran tepung terigu, kuning telur, mentega atau margarin, serta air atau susu.
Di Indonesia, terdapat dua jenis risoles yang paling dikenal, yaitu risoles sayuran bercampur daging tumis dan risoles berisi ragout.
Umumnya, risoles berbentuk persegi panjang menyerupai amplop, sementara risoles berbentuk segitiga biasanya berisi ragout.
Risoles lazim disantap dengan saus kacang encer, saus botolan, atau cabai rawit.
Baca juga: Sejarah Kue Lapis Legit, Kuliner Belanda yang Kini jadi Hidangan Khas Imlek di Solo
Asal-usul Risoles dari Eropa
Risoles memiliki sejarah panjang yang berakar dari Eropa.
Makanan ini dulunya dikenal dengan nama roinsolles dan mulai dikenal sejak abad ke-13.
Pada masa awal, risoles hanya berupa panekuk sederhana yang digoreng menggunakan mentega atau lemak hewan.
| Cerita Terciptanya Tengkleng : Lahir di Masa Penjajahan, dari Gembreng jadi Kuliner Khas Solo |
|
|---|
| Sejarah Bakmi Jawa, Kuliner Tradisional Legendaris di Solo, Pertama Kali Dibawa Perantau Gunungkidul |
|
|---|
| Sejarah Serundeng Daging Sapi, Menu Favorit saat Idul Adha di Solo Raya |
|
|---|
| Sejarah Sate Kambing yang Populer di Solo Raya, Menu Favorit saat Idul Adha |
|
|---|
| Fakta Menarik Klepon, Jajanan Pasar yang Populer di Solo, Dulu Jadi Jamuan Bangsawan Keraton |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/resep-risoles-bayam-ragout-salah-satu-olahan-risoles-yang-lezat-banget.jpg)