Sejarah Kuliner Legendaris

Fakta Menarik Klepon, Jajanan Pasar yang Populer di Solo, Dulu Jadi Jamuan Bangsawan Keraton

Namun, versi lain menyebut bahwa penganan ini sudah ada sejak abad ke-14 dan menjadi bagian penting dalam budaya Bugis.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Sajian Sedap/Dina
KULINER LEGENDARIS - Ilustrasi klepon yang merupakan jajanan tradisional populer di Solo Raya, Jawa Tengah. Beginilah sejarah klepon. 

Ringkasan Berita:
  • Klepon merupakan jajanan pasar khas berbahan tepung ketan berisi gula merah cair dan balutan kelapa parut yang populer sebagai menu sarapan di Solo Raya.
  • Kue tradisional ini memiliki sejarah panjang, filosofi kehidupan, serta dikenal dengan berbagai nama di sejumlah daerah dan negara Asia Tenggara.
  • Di Solo, klepon masih mudah ditemukan di pasar tradisional hingga kafe. Penjual legendarisnya antara lain Lenjongan Yu Sum Pasar Gedhe dan Gethuk Lindri Subur Penumping.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, dikenal sebagai surganya makanan tradisional.

Salah satu menu favorit sarapan di Solo Raya adalah jajanan pasar.

Nah, soal jajanan pasar ini, salah satu makanan ikoniknya adalah klepon.

Baca juga: 7 Ide Bisnis Kuliner Berbahan Dasar Kacang Hijau, Punya Peluang Bagus di Solo Raya

Klepon adalah jajanan pasar yang terbuat dari tepung ketan yang dibentuk bulat, diisi gula merah cair, lalu digelindingkan ke parutan kelapa.

Kue mungil ini bukan hanya lezat, tetapi juga memiliki sejarah panjang dan makna budaya yang mendalam.

Di berbagai daerah, klepon juga dikenal dengan nama berbeda, seperti onde-onde (di luar Jawa), kelapon pancit, kalalapun, hingga umba-umba.

KULINER SOLO - Klepon, jajanan pasar legendaris di Solo, Jawa Tengah. Beginilah sejarah klepon.
KULINER SOLO - Klepon, jajanan pasar legendaris di Solo, Jawa Tengah. Beginilah sejarah klepon. (Sajian Sedap)

Nama dan Ragam Penyebutan

Meski orang Jawa membedakan klepon dari onde-onde wijen berisi kacang hijau, di sejumlah daerah seperti Bengkulu, Sumatra Barat, dan Sulawesi Tenggara, nama “onde-onde” justru digunakan untuk menyebut klepon.

Di Lombok, klepon dibuat berbentuk lonjong dan dikenal sebagai kelepon kecerit yang berarti “muncrat” merujuk pada sensasi gula merah yang pecah di mulut.

Beragamnya nama ini menunjukkan luasnya persebaran dan akulturasi kuliner di Nusantara, termasuk di Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Senin 25 Mei 2026 : Keberangkatan dari Pagi hingga Paling Malam

Sejarah Klepon

Menurut catatan buku Indisch leven in Nederland, klepon sudah dikenal sejak tahun 1950-an ketika imigran Indonesia memperkenalkannya ke Belanda.

Namun, versi lain menyebut bahwa penganan ini sudah ada sejak abad ke-14 dan menjadi bagian penting dalam budaya Bugis.

Klepon juga disebut dalam naskah Keraton Surakarta sebagai hidangan yang disajikan dalam jamuan bangsawan.

Penamaan “klepon” sendiri diambil dari bahasa Jawa yang bermakna “indung telur hewan”, kemungkinan merujuk pada bentuknya yang bulat dan kecil.

Baca juga: Jadwal Lokasi Samsat Keliling Solo Senin 25 Mei 2026 : Hari Ini Ada di Kantor Kecamatan Banjarsari

Cara Pembuatan

Klepon dibuat dari tepung ketan yang diberi warna hijau alami dari daun pandan atau daun suji.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved