Perebutan Tahta Keraton Solo
Tedjowulan Benarkan Masukkan Hangabehi dalam Kepengurusan Yayasan Baru Keraton Solo
Pakubuwono XIV Hangabehi disebut akan masuk dalam kepengurusan yayasan baru yang dibentuk Pelaksana Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- KGPHPA Tedjowulan melalui juru bicaranya menyebut Pakubuwono XIV Hangabehi masuk dalam kepengurusan yayasan baru, namun belum memenuhi syarat administrasi.
- Tedjowulan mengaku merangkul semua kubu, termasuk Pakubuwono XIV Purboyo, tetapi hingga kini belum seluruh pihak bersedia hadir.
- Pembentukan yayasan ditujukan untuk memperkuat sinergi antara Keraton Kasunanan Surakarta dan pemerintah secara permanen.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pelaksana Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan melalui juru bicaranya, Pakoenegoro, membenarkan memasukkan Pakubuwono XIV Hangabehi dalam kepengurusan yayasan baru yang dibentuk untuk menjalankan program pemerintah di Keraton Kasunanan Surakarta.
Namun, saat ini Hangabehi belum memenuhi persyaratan administrasi yang diajukan.
Ia pun menegaskan berupaya merangkul kedua kubu, termasuk Pakubuwono XIV Purboyo.
Namun, hingga kini kubu Sinuhun Purboyo belum bersedia hadir.
"Prinsipnya, Gusti Tedjowulan merangkul semua pihak. Baru satu yang kooperatif, hadir ketika diundang. Yang satu lagi belum bersedia hadir," jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).
PB XIV Hangabehi Jadi Sekretaris
Sebelumnya, informasi ini diungkapkan oleh Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) KPH Eddy Wirabhumi. Menurutnya, Pakubuwono XIV Hangabehi digadang-gadang akan menduduki jabatan sekretaris.
“Panembahan Agung sudah menyiapkan yayasan. Beliau akan menjadi ketua. Lalu Gusti Behi yang sekarang menjadi Sinuhun menjadi sekretaris, monggo saja,” jelasnya saat ditemui di Kantor Badan Pengelola Keraton Surakarta Hadiningrat, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: Tedjowulan Ajukan Permohonan Audit Dana Hibah Keraton Solo ke BPK
Menurutnya, pembentukan yayasan ini menjadi langkah awal dalam menjalin sinergi antara pemerintah dan Keraton Kasunanan Surakarta.
“Kita menyiapkan segala sesuatu agar pemerintah dan keraton ini bisa berkolaborasi secara permanen. Keraton Surakarta adalah salah satu bagian dari negara Indonesia. Kalau pun secara hukum ketatanegaraan belum tuntas proses pembentukan hubungan ketatanegaraan itu, sekarang hadirnya Kementerian Kebudayaan mewakili negara sebagai starting point menyambungkan kembali dengan negara. Mau tidak mau harus diakui, Keraton ini berdiri sebelum Republik,” jelasnya.
Ia pun belum bisa memastikan kapan yayasan ini akan terbentuk. Ia hanya memastikan proses pembentukannya dapat membentuk sinergi antara keraton dan pemerintah. (*)
| LDA Keraton Solo Kembali Gembok Pintu Magangan, Tegaskan Semua Sentono Dalem Harus Ikuti Aturan |
|
|---|
| Polemik Gembok Magangan, LDA Keraton Solo : Lapor Penjaga, Tak Perlu Bikin Kunci Pribadi |
|
|---|
| Geger Lagi Drama Gembok Keraton Solo, LDA : Kunci Tak Bisa Diberikan Sembarangan |
|
|---|
| Drama Gembok-Gembokan Keraton Solo, Pintu Magangan Tertutup, Mobil Kerabat Dalem Tak Bisa Keluar |
|
|---|
| Audit Keraton Solo Sudah Berjalan, Tedjowulan Minta Purboyo Kembalikan Pusaka ke Ndalem Ageng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Tedjowulan-diapit.jpg)