Macan Tutul di Karanganyar

Macan Tutul Masuk Pemukiman Warga di Karanganyar Diduga Berusia Muda dan Tersesat saat Berburu

Pakar satwa liar menduga predator itu tengah mencari teritorial untuk habitat hidupnya namun justru tersesat di dekat permukiman warga.

|
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
DITEMBAK OBAT BIUS - Proses evakuasi macan tutul di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/3/2026). Hewan buas itu dievakuasi dengan cara dengan ditembak menggunakan obat bius. Macan tutul itu sudah meneror Desa Sepanjang selama beberapa terakhir dan sempat memangsa beberapa ekor ayam. 

Ringkasan Berita:
  • Pakar menyarankan penanganan macan tutul yang muncul di Tawangmangu dilakukan dengan observasi dan perawatan intensif.
  • Jika kondisi sehat dan perilakunya masih liar, macan tutul tersebut sebaiknya dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya setelah melalui kajian terkait ketersediaan mangsa.
  • Kemunculan macan tutul di permukiman warga diduga dipicu berkurangnya mangsa di hutan, gangguan habitat, atau kemungkinan individu muda yang sedang mencari wilayah teritorial baru.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Macan tutul yang menampakkan diri di permukiman warga di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar beberapa waktu lalu, diduga masih berusia muda.

Pakar satwa liar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dwi Sendi Priyono, menduga predator itu tengah mencari teritorial untuk habitat hidupnya namun justru tersesat di dekat permukiman warga.

"Bisa juga individu-individu muda yang masih belajar berburu. Artinya mereka masih eksplorasi di tempat-tempat baru," kata Sendi saat dihubungi TribunSolo, Jumat (6/3/2026).

MACAN TUTUL - Macan Tutul terekam di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/3/2026). Macan tutul ini telah dievakuasi dan dibawa ke Solo Safari. Namun perilaku yang tak agresif menjadi sorotan pakar satwa bahwa ada kemungkinan macan ini tengah terluka atau sakit.
MACAN TUTUL - Macan Tutul terekam di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/3/2026). Macan tutul ini telah dievakuasi dan dibawa ke Solo Safari. Namun perilaku yang tak agresif menjadi sorotan pakar satwa bahwa ada kemungkinan macan ini tengah terluka atau sakit. (TribunSolo.com/Istimewa)

Selain itu, dia menduga salah satu penyebab macan tutul tersebut mendekati permukiman warga adalah sumber makanan yang berkurang di habitat satwa tersebut.

"Jadi kalau kenapa turun gunung itu sebenarnya banyak kemungkinan. Pertama bisa saja mangsa alami di hutan itu berkurang, sehingga mereka mencari sumber makanan yang mudah seperti ayam di kandang warga," jelasnya.

Belum lagi dugaan gangguan habitat asli macan tutul yang bisa menyebabkan hewan liar itu menyingkir dan mendekati permukiman warga.

"Ada juga kemungkinan gangguan habitat, bisa saja aktivitas manusia, kebakaran, ataupun suara-suara keras. Mereka terusik dan akhirnya mendekati pinggiran hutan dan mungkin overlap dengan permukiman," tambah Sendi.

Penanganan Tak Boleh Sembarangan

Sendi menyarankan agar penanganan macan tutul itu tidak dilakukan sembarangan.

Penanganan paling aman terhadap satwa liar tersebut saat ini adalah dengan observasi dan perawatan intensif.

Baca juga: Macan Tutul Masuk permukiman di Karanganyar, 2 Desa di Jenawi Was-was : Berbatasan Langsung Hutan

Salah satunya dengan memeriksa kondisi fisik macan tutul, termasuk status gizi dari hewan liar tersebut.

Meski menyarankan untuk diobservasi dan dirawat intensif, Sendi juga berpendapat agar macan tutul tersebut ke depannya bisa dilepasliarkan kembali ke alam bebas sesuai habitatnya.

"Jadi untuk macan tutul ini, saat ini langkah paling aman itu observasi dan perawatan intensif dulu, dicek kondisi fisik, luka, kemudian status gizinya dan juga dipantau perilaku atau stresnya. Karena idealnya kalau sehat dan perilakunya masih liar, opsi jangka panjangnya dikembalikan ke habitat liarnya tentu dengan kajian dulu soal ketersediaan mangsa, kemudian risiko konflik ulang atau tidak," jelasnya.

EVAKUASI - Proses evakuasi Macan Tutul di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/3/2026). Temuan jejak kaki berbeda ukuran memunculkan dugaan adanya lebih dari satu ekor macan tutul yang turun ke kawasan tersebut.
EVAKUASI - Proses evakuasi Macan Tutul di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/3/2026). Temuan jejak kaki berbeda ukuran memunculkan dugaan adanya lebih dari satu ekor macan tutul yang turun ke kawasan tersebut. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Disinggung terkait penanganan awal dengan menembakkan obat bius sebelum ditangkap oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Sendi menilai hal itu sudah diperhitungkan oleh para relawan.

"Terkait obat bius ini, sebenarnya saya rasa teman-teman dari BKSDA dan kebun binatang itu sudah tahu standarnya untuk dosis dari bobot atau kondisi lapangan. Dan kalau misalnya prosedurnya sudah benar itu pasti akan dimonitor napas, suhu, denyut jantung, dan macam-macam, termasuk risiko kematian," jelasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved