Macan Tutul di Karanganyar
Pakar UGM Ingatkan Penanganan Macan Tutul di Tawangmangu Tak Boleh Sembarangan
Pakar mengingatkan agar penanganan macan tutul yang diamankan dari Tawangmangu lebih hati-hati.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Pakar menyarankan penanganan macan tutul yang muncul di Tawangmangu dilakukan dengan observasi dan perawatan intensif.
- Jika kondisi sehat dan perilakunya masih liar, macan tutul tersebut sebaiknya dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya setelah melalui kajian terkait ketersediaan mangsa.
- Kemunculan macan tutul di permukiman warga diduga dipicu berkurangnya mangsa di hutan, gangguan habitat, atau kemungkinan individu muda yang sedang mencari wilayah teritorial baru.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pakar satwa liar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dwi Sendi Priyono, menyarankan agar penanganan macan tutul yang diketahui menampakkan diri di permukiman warga di Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar beberapa waktu lalu tidak dilakukan sembarangan.
Dihubungi TribunSolo.com, Sendi mengatakan bahwa penanganan paling aman terhadap satwa liar tersebut saat ini adalah dengan observasi dan perawatan intensif.
Salah satunya dengan memeriksa kondisi fisik macan tutul, termasuk status gizi dari hewan liar tersebut.
Meski menyarankan untuk diobservasi dan dirawat intensif, Sendi juga berpendapat agar macan tutul tersebut ke depannya bisa dilepasliarkan kembali ke alam bebas sesuai habitatnya.
"Jadi untuk macan tutul ini, saat ini langkah paling aman itu observasi dan perawatan intensif dulu, dicek kondisi fisik, luka, kemudian status gizinya dan juga dipantau perilaku atau stresnya. Karena idealnya kalau sehat dan perilakunya masih liar, opsi jangka panjangnya dikembalikan ke habitat liarnya tentu dengan kajian dulu soal ketersediaan mangsa, kemudian risiko konflik ulang atau tidak," ungkap Sendi saat dihubungi, Jumat (6/3/2026).
Disinggung terkait penanganan awal dengan menembakkan obat bius sebelum ditangkap oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Sendi menilai hal itu sudah diperhitungkan oleh para relawan.
"Terkait obat bius ini, sebenarnya saya rasa teman-teman dari BKSDA dan kebun binatang itu sudah tahu standarnya untuk dosis dari bobot atau kondisi lapangan. Dan kalau misalnya prosedurnya sudah benar itu pasti akan dimonitor napas, suhu, denyut jantung, dan macam-macam, termasuk risiko kematian," jelasnya.
Namun Sendi tidak memungkiri adanya kecenderungan satwa liar tersebut stres setelah efek obat bius hilang.
Oleh karena itu ia berharap penanganan yang kini berada di Kebun Binatang Solo Safari bisa tepat, seperti menghindarkan macan tutul tersebut dari kerumunan manusia dan menempatkannya di kandang yang luas.
"Sebenarnya setelah bius itu risikonya rendah. Kalau stres pasti ada karena situasi darurat. Tapi misalnya dikelola dengan tenang, kerumunannya tidak banyak, dan kandangnya nyaman, saya rasa tidak terlalu berisiko," imbuh dia.
Dugaan Terpisah dari Anak
Sementara terkait kabar bahwa macan tutul tersebut terpisah dari anaknya, Sendi menjelaskan hal itu perlu pendalaman, terutama melihat jenis kelamin satwa liar tersebut.
Menurutnya, dugaan terpisah dari anak-anaknya itu bisa saja benar apabila jenis kelamin macan tutul tersebut betina.
Namun Sendi juga menyarankan agar petugas lapangan kembali menyisir sekitar lokasi penemuan macan tutul tersebut untuk memastikan apakah hewan liar itu bersama rombongan atau sendirian.
"Nah kalau diduga terpisah ini, kalau memang ada dugaan kuat paling yang pertama dipastikan dulu jenis kelamin dan umurnya. Terus kemudian pada waktu yang sama secara paralel tim lapangan mencari keberadaan individu itu. Tapi harus dengan pertimbangan keselamatan warga juga, itu penting," urai Sendi.
| Hindari Stres, Macan Tutul yang Ditangkap di Tawangmangu Disarankan Ditempatkan di Kandang Luas |
|
|---|
| Macan Tutul Masuk Pemukiman Warga di Karanganyar Diduga Berusia Muda dan Tersesat saat Berburu |
|
|---|
| Analisis Soal Macan Tutul Dekati Permukiman Warga di Tawangmangu, Sumber Makanan-Habitat Terganggu |
|
|---|
| Macan Tutul Masuk Pemukiman di Karanganyar, 2 Desa di Jenawi Was-was : Berbatasan Langsung Hutan |
|
|---|
| Pakar Satwa Sebut Macan Tutul yang Ditangkap di Karanganyar Berpotensi Alami Stres Berat, Kenapa? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Proses-evakuasi-Macan-Tutul-di-Desa-Sepanjang-2.jpg)