PLTSa Putri Cempo Solo

PTLSa Putri Cempo tak Mampu Olah Sampah Sesuai Target, Pemkot Solo Kaji Permasalahannya

PLTSa Putri Cempo hanya mengolah ±6% sampah (50–80 ton/hari dari 300–400 ton masuk), jauh dari target awal 400–500 ton/hari.

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
ALAT BERAT. Pemerintah Kota Solo sudah mendatangkan sejumlah alat berat untuk menangani antrian truk sampah yang mengular panjang di TPA Putri Cempo, Kamis (12/2/2026). Namun, bau masih saja tercium. 

Ringkasan Berita:
  • PLTSa Putri Cempo hanya mengolah ±6 persen sampah (50–80 ton/hari dari 300–400 ton masuk), jauh dari target awal 400–500 ton/hari.
  • Herwin Tri Nugroho Adi menyebut masalah akan dikaji dari sisi teknis, finansial, hingga skema kelistrikan.
  • Pemerintah pusat melalui Hanif Faisol Nurofiq akan melakukan evaluasi menyeluruh didampingi Respati Ardi untuk menentukan keberlanjutan operasional.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo hanya mampu mengolah sedikit dari volume sampah yang masuk ke TPA itu setiap harinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho Adi menjelaskan perusahaan penghasil listrik tersebut baru mampu mengolah sekitar 6 persen dari total sampah yang masuk ke TPA per hari.

"Saat ini yang diolah 50-80 ton per hari, yang masuk tiap hari 300-400 ton per hari," jelas Herwin.

Herwin melanjutkan bahwa Pemkot Solo pun telah melakukan pendalaman terkait masalah yang terjadi di PLTSa Putri Cempo sehingga hanya mampu mengolah kurang dari target yang ditetapkan.

Baca juga: Tak Capai Target, PLTSa Putri Cempo Hanya Mampu Olah 6 Persen Sampah dari 400 Ton Per Hari

"Pak Wali melakukan juga pendalaman problemnya seperti apa, mendorong maksimalnya berapa, sudah berdiskusi dengan pak Menteri akan diselesaikan seperti apa," imbuh dia.

Disinggung terkait target yang diberikan pemerintah kota mengenai pengolahan sampah TPA Putri Cempo oleh PLTSa. Herwin menjelaskan bahwa pada awalnya target yang diberikan kepada PLTSa mencapai 400 ton pengolahan sampah per hari. Namun dalam faktanya kini hanya mampu mengolah kurang dari 100 ton per hari.

"Dulu (target pengelolaannya) 400-500 ton. Problemnya akan dicek pak Menteri secara komplit. Apakah teknis, finansial, atau skema terkait kelistrikannya. Tadi hadir juga dari PLN, nanti juga akan ketemu. Pak Menteri akan melaporkan ke pak Presiden untuk penanganan termasuk Putri Cempo seperti apa," kaya dia.

Sampai saat ini Herwin mengatakan bahwa operasional PLTSa Putri Cempo masih berjalan.

"Masih beroperasi. Masih mengolah sampah dari Kota Solo," ujarnya.

Kondisi itu membuat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo kini jadi perhatian pemerintah pusat. 

Pada Sabtu (28/3/2026) siang, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke PLTSa Putri Cempo didampingi Wali Kota Solo Respati Ardi.

Baca juga: Kondisi PLTSa Putri Cempo Solo : Program Prioritas Gibran, Tak Sanggup Olah Sampah 400 Ton per Hari

Hasil kunjungan kerja tersebut, pemerintah pusat segera akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operaional PLTSa Putri Cempo sebagai penerapan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 109 Tahun 2025.

Audit tersebut dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menentukan terkait keberlanjutan pengolahan sampah di TPA Putri Cempo dimana kini memiliki problem menumpuknya sampah warisan.

Ia menyebut bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait evaluasi operasional PLTSa Putri Cempo yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

"Akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh, beliau akan membentuk tim untuk melihat secara utuh permasalahannya baik teknik operasional, maupun sisi lainnya," ungkap Herwin. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved