Sejarah di Kota Solo
Asal-usul Nama Kelurahan Banyuanyar di Solo, Ada Kali Anyar yang Jadi Pemisah dengan Boyolali
Pada tahun 2020, Kelurahan Banyuanyar tercatat memiliki jumlah penduduk sekitar 14.906 jiwa.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Banyuanyar adalah kelurahan di Banjarsari, Solo, berpenduduk ±14.906 jiwa (2020), yang berkembang dari wilayah pertanian menjadi kawasan permukiman dan perdagangan padat.
- Nama Banyuanyar berasal dari “banyu” (air) dan “anyar” (baru), merujuk pada kemunculan mata air besar yang ditemukan Kyai Itsbat.
- Letaknya strategis di perbatasan Solo–Boyolali, menjadi jalur penghubung penting, serta memiliki beberapa kampung dan pusat pemerintahan Kecamatan Banjarsari.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kelurahan Banyuanyar merupakan salah satu wilayah penting di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Dengan kode pos 57137, kawasan ini berkembang pesat dari wilayah pertanian menjadi kawasan permukiman dan perdagangan yang cukup padat penduduk.
Pada tahun 2020, Kelurahan Banyuanyar tercatat memiliki jumlah penduduk sekitar 14.906 jiwa.
Baca juga: Asal-usul Nama Desa Ngringo di Jaten Karanganyar : Ada Kisah Eyang Kiai Jegang Wonolapan
Letaknya yang strategis membuat wilayah ini menjadi salah satu gerbang utara Kota Solo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali.
Asal-usul Nama Banyuanyar
Nama Banyuanyar berasal dari bahasa Jawa, yaitu “banyu” yang berarti air dan “anyar” yang berarti baru.
Nama ini merujuk pada kisah kemunculan sumber mata air besar yang tiba-tiba muncul di wilayah tersebut pada masa lalu.
Menurut cerita masyarakat, kemunculan mata air tersebut mengejutkan warga sekitar hingga mereka berucap, “eneng banyu sing anyar” yang berarti ada air baru.
Baca juga: Asal-usul Nama Desa Cabeyan di Sukoharjo, Dulu Tanaman Cabai Tumbuh Subur di Sini
Sumber air ini konon ditemukan oleh tokoh bernama Kyai Itsbat.
Dari peristiwa inilah kemudian wilayah tersebut dikenal dengan nama Banyuanyar, yang hingga kini menjadi identitas kelurahan tersebut.
Dari Wilayah Pertanian ke Permukiman Padat
Pada masa lalu, Banyuanyar merupakan kawasan pertanian di bagian utara Kota Solo.
Wilayah ini dipisahkan oleh aliran Kali Anyar yang juga menjadi batas alami dengan Kabupaten Boyolali.
Seiring perkembangan Kota Surakarta, Banyuanyar mulai berubah menjadi kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi.
Perubahan ini membuat wilayah tersebut semakin padat dan berkembang sebagai salah satu kawasan penyangga kota.
Lokasi Strategis di Perbatasan Kota Solo
Secara geografis, Kelurahan Banyuanyar memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan beberapa wilayah penting.
| Perbedaan Gudeg Solo dan Jogja, Menu Sarapan Favorit yang Punya Sejarah Panjang |
|
|---|
| Sejarah Stadion Manahan Solo yang Dikritik Andre Rosiade Mirip Sawah, DIbangun di Era Soeharto |
|
|---|
| Asal-usul Panggung Songgo Buwono Keraton Solo, Kondisinya Pasca-revitalisasi Disorot Kubu Purboyo |
|
|---|
| Mengenal Honggowongso, Sosok Jenius Perancang Bangunan dan Infrastruktur Keraton Solo |
|
|---|
| Fakta Batik Solo: Warisan Keraton yang Mendunia, Tiap Motifnya Punya Filosofi Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/lapangan-banyuanyar-yang-berada-di-jalan-adi-soemarmo__.jpg)