Fakta Menarik Tentang Solo

Mudah di Temukan di Angkringan Solo, Tempe Gembus Ternyata Simpan Nilai Sejarah dan Budaya Tinggi

Bagi orang luar Solo Raya, tempe gembus mungkin kalah pamor dibanding tempe kedelai yang lebih dikenal luas.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TribunSolo.com/Cookpad
TEMPE GEMBUS - Meskipun kandungan energi, protein, dan lemaknya lebih rendah, tempe gembus mengungguli tempe kedelai dalam hal serat pangan. 

TRIBUNSOLO.COM 

Ringkasan Berita:
  • Tempe gembus adalah kuliner tradisional Solo dari ampas tahu, populer sejak masa krisis pangan 1943 dan jadi simbol makanan rakyat kecil.
  • Meski protein rendah, tempe gembus kaya serat, asam lemak esensial, dan isoflavon hasil fermentasi.
  • Olahannya beragam, paling terkenal jadi sate kere, kuliner legendaris Solo yang lahir dari kreativitas masyarakat.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tempe gembus adalah salah satu kuliner tradisional legendaris di Solo Raya, Jawa Tengah.

Tempe gembus juga menjadi cikal bakal lahirnya kuliner khas Solo yang melegenda, sate kere.

Bagi orang luar Solo Raya, tempe gembus mungkin kalah pamor dibanding tempe kedelai yang lebih dikenal luas.

Namun, di balik statusnya sebagai “tempe ampas”, tempe gembus menyimpan nilai sejarah dan budaya yang tinggi sebagai makanan khas masyarakat kecil, terutama di masa penjajahan di Nusantara.

Sejarah Tempe dan Asal-Usul Tempe Gembus

Tempe sendiri diperkirakan telah ada sejak abad ke-12, tercatat dalam karya sastra Jawa seperti Serat Sri Tanjung dan Serat Centhini.

Nama tempe diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno tumpi yang berarti makanan berwarna putih.

Berbeda dengan tempe kedelai yang dibuat dari kedelai utuh, tempe gembus terbuat dari ampas kedelai hasil produksi tahu.

Karena terbuat dari sisa ampas, tempe gembus biasanya lebih murah dan sering kali digunakan sebagai pakan ternak.

Teksturnya yang lebih empuk membuat tempe gembus memiliki ciri khas tersendiri, meskipun kandungan gizinya jelas berbeda dengan tempe kedelai, terutama dalam hal protein yang lebih rendah.

Baca juga: Rumah Jokowi di Solo Makin Populer Setelah Dijuluki Tembok Ratapan? Diserbu Warga Pasca Lebaran

Namun, tempe gembus justru kaya akan serat, asam lemak esensial, dan isoflavon.

Tempe gembus mulai dikenal luas sekitar tahun 1943, saat terjadi krisis pangan di masa penjajahan.

Masyarakat memanfaatkan bahan seadanya agar tetap bisa bertahan hidup.

Meskipun ekonomi membaik, konsumsi tempe gembus tetap lestari sebagai bagian dari budaya kuliner Indonesia.

KULINER SOLO - Sate gembus atau sate kere yang disajikan dengan sambal kacang.
KULINER SOLO - Sate gembus atau sate kere yang disajikan dengan sambal kacang. (TRIBUNSOLO.COM)

Proses Pembuatan Tempe Gembus

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved