Penertiban Kendaraan ODOL

Jelang Zero ODOL 2027, Angkutan Material dan Pangan di Solo Masih Banyak Terindikasi Melanggar

Truk pengangkut material bangunan dan sembako masih mendominasi kendaraan terindikasi ODOL di Solo.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
TRUK ANGKUT - Ilustrasi truk pengangkut barang. Dishub menggencarkan sosialisasi menjelang penerapan kebijakan Zero ODOL yang akan berlaku efektif pada Januari 2027. 

Ringkasan Berita:
  • Kendaraan yang masih terindikasi ODOL di Solo didominasi truk pengangkut material bangunan seperti pasir serta komoditas pangan atau sembako.
  • Pemkot Solo terus menggencarkan sosialisasi menjelang penerapan Zero ODOL pada Januari 2027, dengan kemungkinan penegakan hukum bagi pelanggar.
  • Sejak 2025, sekitar 80 kendaraan telah dinormalisasi sesuai standar SRUT, sementara tingkat kepatuhan pengusaha angkutan di Solo mencapai 70-80 persen

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kendaraan pengangkut material bangunan hingga komoditas pangan masih menjadi kelompok yang paling banyak terindikasi Over Dimension Over Load (ODOL) di wilayah Solo.

Temuan tersebut muncul di tengah gencarnya sosialisasi menjelang penerapan kebijakan Zero ODOL yang akan berlaku efektif pada Januari 2027.

Kabid Pengujian Kendaraan Bermotor, Dwi Sugiyarso, mengatakan pemerintah masih mengedepankan pendekatan sosialisasi kepada pelaku usaha angkutan barang.

Namun, ia membuka kemungkinan adanya penegakan hukum apabila setelah 2027 masih ditemukan pelanggaran ODOL.

“Rencana seperti awal yang di 2027 juga yang penerapannya harus nanti. Bisa jadi nanti ada kebijakan untuk ini juga kebijakan penegakan hukum. Ya kalau enforcement nya sudah mulai jalan,” ungkapnya saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

RAZIA - Operasi Gabungan Kelaikan Jalan Angkutan Barang, Kamis (21/5/2026) di Jalan S. Parman. Solo menerapkan Zero ODOL tahun 2027, mereka memulai sosialisasi ke pengusaha.
RAZIA - Operasi Gabungan Kelaikan Jalan Angkutan Barang, Kamis (21/5/2026) di Jalan S. Parman. Solo menerapkan Zero ODOL tahun 2027, mereka memulai sosialisasi ke pengusaha. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Truk Material Bangunan dan Sembako Masih Mendominasi

Berdasarkan pengalaman petugas di lapangan, kendaraan yang masih terindikasi ODOL mayoritas mengangkut material bangunan, terutama pasir dan bahan konstruksi lainnya.

Selain itu, kendaraan pengangkut kebutuhan pokok atau sembako juga masih cukup sering ditemukan melanggar ketentuan muatan.

“Kalau kita berdasarkan apa berdasarkan pengalaman yang di lapangan ya ada beberapa ada yang material bahan bangunan rata rata ya semacam seperti pasir. Kemudian juga untuk sembako itu juga banyak juga. Pengalaman kemarin di operasi gabungan itu ya bahan material,” terangnya.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena kendaraan ODOL berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas, mempercepat kerusakan jalan, hingga mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya.

Baca juga: Razia Kendaraan ODOL di Solo Bakal Makin Sering Tahun Depan, Ini Alasannya

Penerapan Zero ODOL Sempat Tertunda

Dwi menjelaskan, kebijakan Zero ODOL sebenarnya sempat diwacanakan untuk diterapkan pada 2025.

Namun, berbagai dinamika dan gejolak di lapangan membuat implementasinya harus ditunda.

“Kalau untuk di Solo sebenarnya kan juga menerapkan hampir di tahun 2025. Tapi penerapannya kan mundur-mundur terus ya,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah saat ini masih fokus memberikan edukasi kepada pengusaha angkutan agar segera melakukan normalisasi kendaraan yang dimensinya tidak sesuai standar.

“Kalau yang sudah kita terapkan ya pertama sosialisasi ke pengusaha, kemudian ke kita dulu juga sosialisasi juga ke Pedaringan ya yang di sana kan tempat ngumpulnya banyak itu di sana,” terangnya.

Baca juga: Soal Penertiban Truk ODOL, Polresta Solo Tegaskan Sosialisasi Sebelum Penegakan Hukum Penuh

Puluhan Kendaraan Sudah Dinormalisasi

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved