Idul Adha 2026

Libur Idul Adha Belum Dongkrak Pariwisata Solo, Okupansi Hotel Masih Sepi

Okupansi hotel belum terdongkrak libur Idul Adha, diketahui kondisi masih sepi.

Tayang:
istimewa
ILUSTRASI. Kamar hotel di Solo. Okupansi belum terdongkrak libur Idul Adha 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Humas BPC PHRI Solo Wening Damayanti menyebut okupansi hotel saat libur panjang Idul Adha masih sepi dan stagnan di angka 40-50 persen. 
  • PHRI menilai situasi geopolitik dan melemahnya rupiah membuat masyarakat menahan pengeluaran. 
  • Kenaikan okupansi baru terlihat menjelang akhir pekan dan libur Waisak, namun tidak merata di semua hotel. Beberapa hotel hanya mencapai okupansi sekitar 80-85 persen, sementara lainnya masih sepi.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLP.COM, SOLO - Momen libur Idul Adha 2026 ini belum banyak mendongkrak okupansi hotel di Solo

Kondisi ini diungkap Humas BPC PHRI Solo, Wening Damayanti.

Dia mengungkapkan okupansi hotel selama libur panjang Idul Adha relatif sepi.

Hal ini dikarenakan situasi geopolitik yang berdampak pada melemahnya rupiah sehingga membuat banyak orang menahan pengeluaran.

“Kalau periode saat Idul Adha hari Rabu kemudian cutinya di hari Kamis itu tidak ada kenaikan signifikan, masih stagnan juga. Jadi seperti biasa. Kalau sekarang city occupancy itu kisarannya 40-50 persen. Kalau dulu bisa sampai 70 persen, tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini memang turun. Solo sekarang di angka 40-50 persen dan saat Idul Adha kemarin juga masih di angka yang sama,” ungkapnya saat dihubungi, Minggu (31/5/2026).

Mulai Jumat-Sabtu, okupansi hotel baru terlihat naik secara signifikan mengingat masih ada libur Hari Raya Waisak.

“Tapi begitu mendekati weekend mulai Jumat, mungkin ya Jumat-Sabtu, terutama karena hari Seninnya tanggal merah lagi. Kenaikan tidak rata di semua hotel, tetapi ada yang bisa 80 persen. Kalau penuh sekali juga tidak, masih di kisaran 80-85 persen. Itu pun masih ada beberapa hotel yang tidak mendapat porsi pasar dari libur panjang,” jelasnya.

ILUSTRASI : Kamar hotel.
ILUSTRASI : Kamar hotel. Libur Idul Adha di Solo belum mendongkrak okupansi hotel.  (Dok. TribunSolo.com)

Dampak Perang

Sejak perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, situasi ekonomi dinilai tidak begitu menguntungkan bagi bisnis hospitality. Tak hanya pasar pemerintah, korporasi hingga keluarga pun ikut turun.

“Saya rasa efek dari geopolitik ini memang sangat terasa sampai hari ini. Kami di industri hospitality merasakan dampaknya sangat besar. Jadi bukan hanya pasar government saja yang turun, pasar corporate dan family juga ikut menurun karena mungkin masyarakat menahan pengeluaran,” terangnya.

Tak hanya pasar wisata, pasar lokal pun ikut terkena imbas. Sejumlah restoran mengalami penurunan pengunjung cukup signifikan.

“Kemudian kalau kami coba tarik datanya ke beberapa hotel lain, rekan-rekan dari PHRI, ternyata dari sisi F&B atau food and beverage juga turun. Jadi bukan hanya pasar dari luar kota yang menginap di kamar yang turun, tetapi pasar lokal juga ikut turun,” jelasnya.

Baca juga: Dampak Geopolitik dan Pelemahan Rupiah, Okupansi Hotel di Solo Lesu saat Libur Idul Adha

Pola okupansi yang tidak menentu ini juga terjadi saat Hari Raya Idul Fitri lalu. Banyak wisatawan disebut lebih memilih menahan uang dan meminimalkan pengeluaran.

“Jauh sekali dibanding tahun sebelumnya, lebih bagus dulu. Tahun ini memang berat untuk kami. Jadi semuanya tidak bisa diprediksi. Forecast biasanya kalau libur panjang sudah terlihat di H-3, tetapi sekarang sama sekali tidak bisa diprediksi. Sama seperti waktu Idul Fitri kemarin, hari H dan H+1 malah sepi, hanya di angka 40-50 persen saja. Setelah itu justru mulai naik. Jadi sepertinya semua saling wait and see,” jelasnya.

Padahal, dalam kondisi normal, tiap libur panjang hotel-hotel selalu penuh. Tingkat okupansi bahkan bisa mencapai 98 persen.

“Normalnya sampai menolak tamu kalau libur panjang seperti ini. Liburnya sepanjang ini, iya bisa penuh. Kamar-kamar terisi semua, hanya tinggal spare saja. Jadi biasanya rata-rata sampai 98 persen,” terangnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved