Idul Adha 2026

Sepinya Wisatawan di Solo saat Libur Adha 2026, PHRI : Tahun Ini Berat untuk Kami

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo mengeluhkan tingkat hunian kamar yang sepi selama momentum Idul Adha.

Tayang:
TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
SEPI WISATAWAN - Suasana arus lalu lintas di salah satu jalan di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (1/6/2026). Libur Idul Adha 2026 kali ini terasa berat bagi PHRI Solo lantaran okupansi hotel merosot tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun angka wisatawan dan kendaraan yang melintas di Solo tetaplah tinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Libur Idul Adha pada 27 Mei 2026 ternyata belum mampu mendongkrak okupansi hotel di Kota Solo.
  • PHRI Solo mengeluhkan tingkat hunian kamar yang masih sepi selama momentum Idul Adha, bahkan kondisinya disebut jauh berbeda dibanding lonjakan okupansi saat long weekend akhir pekan ini. 
  • Kondisi ekonomi dan situasi geopolitik global diduga turut memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian maupun menginap di hotel. 

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Libur Idul Adha pada 27 Mei 2026 ternyata belum mampu mendongkrak okupansi hotel di Kota Solo.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo mengeluhkan tingkat hunian kamar yang sepi selama momentum Idul Adha, bahkan kondisinya disebut jauh berbeda dibanding lonjakan okupansi saat long weekend akhir pekan ini. 

Humas BPC PHRI Solo, Wening Damayanti, mengatakan okupansi hotel di Kota Bengawan selama libur Idul Adha masih stagnan di angka 40 hingga 50 persen. Kondisi tersebut jauh di bawah capaian tahun-tahun sebelumnya yang bisa menyentuh angka 70 persen.

“Kalau periode pada saat Idul Adha hari Rabu kemudian cutinya di hari Kamis itu tidak ada kenaikan signifikan, masih stagnan juga. Jadi seperti biasa lah. Kalau sekarang kan city occupancy itu kisarannya 40-50 persen,” ungkapnya saat dihubungi, Senin (1/6).

Menurut Wening, penurunan okupansi hotel di Solo sebenarnya sudah terasa sejak momentum Lebaran Idul Fitri lalu. Bahkan saat hari H dan H+1 Lebaran, tingkat hunian hotel juga belum menunjukkan kenaikan berarti.

Baca juga: Dampak Geopolitik dan Pelemahan Rupiah, Okupansi Hotel di Solo Lesu saat Libur Idul Adha

“Jauh sekali di tahun sebelumnya lebih bagus ya. Tahun ini memang berat untuk kami sendiri juga berat,” katanya.

Ia menyebut kondisi ekonomi dan situasi geopolitik global turut memengaruhi minat masyarakat untuk bepergian maupun menginap di hotel. Pelemahan nilai rupiah membuat banyak masyarakat memilih menahan pengeluaran.

“Saya rasa efek dari geopolitik ini memang sangat terasa sampai hari ini kami di industri hospitality merasakan itu dampaknya juga sangat besar. Jadi bukan hanya dari market government saja yang turun, market corporate dan market family pun juga ikut,” jelasnya.

Tak hanya tingkat hunian kamar hotel, sektor food and beverage atau restoran hotel juga ikut terdampak. PHRI mencatat pasar lokal yang biasanya ramai saat libur panjang kini ikut mengalami penurunan pengunjung.

“Ternyata dari sisi FnB food and beverage-nya juga turun, jadi bukan hanya market dari luar kota yang menginap di kamar yang turun tetapi juga market lokalnya juga ikut turun,” terangnya.

Terasa Berbeda di Long Weekend Ini

Meski demikian, kondisi berbeda justru terjadi saat long weekend akhir pekan mulai Jumat (29/5) hingga Senin (1/6). Wening mengatakan okupansi hotel perlahan meningkat dan bahkan ada sejumlah hotel yang mampu mencapai okupansi hingga 80 sampai 85 persen.

“Tapi begitu mendekati weekend mulai Jumat. Mungkin ya, Jumat Sabtu, terutama karena di hari Seninnya tanggal merah lagi. Kenaikan tidak rata di semua hotel tetapi ada yang bisa 80 persen,” ujarnya.

Menurutnya, pola kunjungan wisatawan kini berubah. Jika sebelumnya libur panjang selalu identik dengan hotel penuh, kini masyarakat cenderung memilih menunggu situasi sebelum memutuskan bepergian.

“Normal nolak-nolak tamu kalau libur panjang seperti ini ya. Kamar-kamar itu terisi semua. Biasanya rata-rata itu 98 persen,” katanya.

Baca juga: Terbongkarnya Transaksi Gay di Sriwedari Solo, Ada yang Coba Menawar Anggota Satpol PP yang Menyamar

Arus Kendaraan ke Solo Tetap Ramai

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved