Perebutan Tahta Keraton Solo

Dua Kubu di Keraton Solo Belum Temukan Titik Temu, Malam 1 Suro Terancam Ada Dua Kirab

Kedua belah kubu di Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo ini dipastikan sama-sama menggelar Kirab Malam 1 Suro pada 16 Juni 2026. 

Tayang:
Tribunsolo.com/Andreas Chris
MALAM 1 SURO - 5 Kebo Bule Kiai Slamet yang menjadi penunjuk jalan dalam kirab Malam 1 Suro saat berada di depan Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta, Rabu (19/7/2023) lalu. Perseteruan dua kubu di Keraton Solo masih terjadi. Bahkan, dua kubu dipastikan sama-sama akan menggelar Kirab Malam 1 Suro pada 16 Juni 2026 mendatang. Situasi ini memunculkan kekhawatiran terjadinya dinamika di lapangan. 

 

Ringkasan Berita:
  • KGPHPA Tedjowulan berharap dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta menjaga kerukunan agar Kirab Malam 1 Suro 2026 berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
  • Kedua kubu dipastikan akan menggelar Kirab Malam 1 Suro pada 16 Juni 2026, meski hingga kini belum tercapai kesepakatan bersama.
  • Kubu Tedjowulan mengkhawatirkan potensi dinamika saat dua kelompok bertemu di lokasi dan waktu yang sama selama prosesi adat berlangsung.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Perseteruan dua kubu di Keraton Solo masih terjadi. Bahkan, dua kubu dipastikan sama-sama akan menggelar Kirab Malam 1 Suro pada 16 Juni 2026 mendatang. 

Situasi ini memunculkan kekhawatiran terjadinya dinamika di lapangan, bahkan salah satu kubu menyinggung soal makar, sementara kubu lainnya justru berharap kerukunan tetap terjaga.

Warga tumplek blek menyaksikan Kirab Malam 1 Suro di Kamandungan Keraton Solo, Jumat (29/7/2022). Meski acara tengah malam, pukul 19.00 WIB warga sudah memenuhi lokasi acara.
MALAM 1 SURO - Warga tumplek blek menyaksikan Kirab Malam 1 Suro di Kamandungan Keraton Solo, Jumat (29/7/2022). Meski acara tengah malam, pukul 19.00 WIB warga sudah memenuhi lokasi acara. (TribunSolo.com)

Kubu Hangabehi Berharap Rukun

KGPHPA Tedjowulan melalui juru bicara Pelaksana Keraton Solo, KP Pakoenagoro, berharap seluruh pihak bisa menahan diri demi menjaga marwah tradisi budaya Keraton Solo yang setiap tahun menjadi perhatian masyarakat luas.

“Itu dia yang menjadi perhatian Gusti Tedjowulan. Harapan beliau rukun kompak. Kalau kemarin itu kan Grebeg Besar okelah dua tanggal. Tapi kalau Malam 1 Suro tidak bisa dua tanggal,” ujar Pakoenagoro, Kamis (4/6).

Baca juga: Karut Marut Perebutan Tahta Keraton Solo, Baliho Kubu Hangabehi Berujung Laporan Polisi

Menurutnya, Kirab Malam 1 Suro berbeda dengan agenda budaya lain karena memiliki makna spiritual dan simbolik yang kuat bagi masyarakat Solo maupun keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta.

Namun hingga kini, kedua kubu belum menemukan titik temu terkait pelaksanaan kirab tersebut. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran apabila dua kelompok bertemu dalam satu waktu dan lokasi yang sama.

“Artinya bertemu kan kalau masih ada kepentingan personal atau kelompok lebih dari 1 kelompok bertemu di satu malam di satu tempat dinamikanya cukup mengkhawatirkan,” jelasnya.

Sebelumnya, baik kubu Pelaksana Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan maupun kubu PB XIV Purboyo telah sama-sama memastikan akan menggelar Kirab Malam 1 Suro pada tanggal yang sama, yakni 16 Juni 2026.

Purboyo Tak Mau Tanggapi Kubu Hangabehi

Kubu Purboyo sendiri memilih tak banyak menanggapi rencana kirab dari pihak lain.

Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menegaskan pihaknya hanya berpegang pada otoritas Sinuhun Pakubuwono XIV.

“Kami tidak mau menanggapi kubu sebelah atau apa pun. Menurut saya keraton sudah ada raja dimana rajanya PB XIV adik bungsu saya. Itu sudah cukup saya tidak mau menanggapi siapa pun yang di luar bebadan Sinuhun Pakubuwono XIV yang akan melakukan apa pun saya tidak ingin menanggapi karena itu adalah makar,” ungkapnya saat ditemui di Sasana Hadi.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved