Perebutan Tahta Keraton Solo

Dua Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Suro, Tedjowulan Khawatir Masing-masing Kelompok Saling Bertemu

Tedjowulan khawatir dua kubu Keraton Solo bertemu saat Kirab Malam 1 Suro digelar bersamaan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Tribun Solo / Andreas Christ
KIRAB SURO - Tradisi Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang digelar Keraton Kasunanan Solo. Dua kubu di Keraton Kasunanan Surakarta dipastikan akan menggelar Kirab Malam 1 Suro pada tanggal yang sama, yakni 16 Juni 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Kirab Malam 1 Suro 2026 akan digelar dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta pada 16 Juni 2026, sehingga berpotensi mempertemukan kedua kelompok dalam satu waktu dan lokasi.
  • KGPHPA Tedjowulan melalui KP Pakoenagoro berharap kedua kubu tetap rukun dan kompak agar prosesi adat Malam 1 Suro berjalan aman, tertib, dan kondusif.
  • Tedjowulan mengaku khawatir jika dua kelompok bertemu saat kirab berlangsung karena dinamika kepentingan yang berbeda dikhawatirkan memicu gesekan di lapangan.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pelaksanaan Kirab Malam 1 Suro yang akan digelar dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta pada 16 Juni 2026 mendatang memunculkan kekhawatiran tersendiri.

KGPHPA Tedjowulan melalui juru bicaranya, KP Pakoenagoro, mengaku cemas apabila dua kelompok yang berbeda kepentingan bertemu dalam waktu dan lokasi yang sama saat prosesi adat berlangsung.

Kepastian mengenai pelaksanaan kirab pada tanggal yang sama telah dikonfirmasi oleh kedua pihak.

Baik juru bicara Pelaksana Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan KP Pakoenagoro maupun Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menyatakan bahwa Kirab Malam 1 Suro akan tetap dilaksanakan pada 16 Juni 2026.

KIRAB SURO - Tradisi Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang digelar Keraton Kasunanan Solo. Dua kubu di Keraton Kasunanan Surakarta dipastikan akan menggelar Kirab Malam 1 Suro pada tanggal yang sama, yakni 16 Juni 2026.
KIRAB SURO - Tradisi Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang digelar Keraton Kasunanan Solo. Dua kubu di Keraton Kasunanan Surakarta dipastikan akan menggelar Kirab Malam 1 Suro pada tanggal yang sama, yakni 16 Juni 2026. (TribunSolo.com/ Andreas Chris)

Tedjowulan Berharap Kedua Kubu Tetap Rukun

KP Pakoenagoro menjelaskan bahwa Tedjowulan berharap kedua kubu dapat menjaga kerukunan sehingga prosesi adat yang menjadi tradisi penting masyarakat Solo itu dapat berjalan aman dan kondusif.

“Itu dia yang menjadi perhatian Gusti Tedjowulan. Harapan beliau rukun kompak. Kalau kemarin itu kan Grebeg Besar okelah dua tanggal. Tapi kalau Malam 1 Suro tidak bisa dua tanggal,” tuturnya.

Menurutnya, berbeda dengan tradisi Grebeg Besar yang masih memungkinkan digelar pada waktu berbeda, Kirab Malam 1 Suro memiliki penanggalan yang sama sehingga kedua kelompok berpotensi berada di lokasi dan waktu yang berdekatan.

Baca juga: Potensi Dua Kirab Suro Beda Kubu Keraton Solo, GKRP Timoer : Selain dari PB XIV Purbaya itu Makar

Khawatir Jika Dua Kelompok Bertemu

Meski mengedepankan harapan agar suasana tetap damai, KP Pakoenagoro mengakui adanya kekhawatiran terkait dinamika yang bisa muncul apabila dua kelompok bertemu saat prosesi berlangsung.

“Artinya bertemu kan kalau masih ada kepentingan personal atau kelompok lebih dari 1 kelompok bertemu di satu malam di satu tempat dinamikanya cukup mengkhawatirkan,” jelasnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran akan potensi gesekan yang dapat muncul di tengah belum tercapainya kesepakatan antara kedua kubu Keraton Kasunanan Surakarta.

Kubu PB XIV Sebut Prosesi di Luar Bebadan Keraton sebagai Makar

Sementara itu, Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menegaskan pihaknya tidak ingin menanggapi rencana kirab dari kubu lain.

“Kami tidak mau menanggapi kubu sebelah atau apa pun. Menurut saya keraton sudah ada raja dimana rajanya PB XIV adik bungsu saya. Itu sudah cukup saya tidak mau menanggapi siapa pun yang di luar bebadan Sinuhun Pakubuwono XIV yang akan melakukan apa pun saya tidak ingin menanggapi karena itu adalah makar,” ungkapnya saat ditemui di Sasana Hadi, Kamis (4/6/2026).

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved