Berita Solo
Tempel Stiker Keluarga Miskin, Pemkot Solo Tawarkan Program Rumah Siap Kerja untuk Anak dari KPM
Pemkot Solo berharap keluarga penerima manfaat tidak bergantung pada bantuan sosial dalam jangka panjang
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Ringkasan Berita:
- Pemkot Solo tak hanya menempel stiker keluarga miskin pada 10.018 KPM, tetapi juga menawarkan intervensi melalui program Rumah Siap Kerja.
- Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyebut program ini disiapkan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, termasuk peluang kerja di Jepang, Turki, Tiongkok, hingga industri dalam negeri.
- Kepala Dinsos Solo, Syamsu Tri Wahyudin, mengatakan penempelan stiker berlangsung hingga 1 Juli 2026 dan belum ada laporan KPM yang menolak atau mengundurkan diri.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak hanya menempelkan stiker keluarga miskin kepada keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial.
Di balik kebijakan tersebut, Pemkot Solo menyiapkan langkah lanjutan berupa program Rumah Siap Kerja sebagai upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa penempelan stiker keluarga miskin bukan sekadar penanda administrasi, melainkan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan warga penerima bantuan dapat keluar dari jerat kemiskinan melalui akses pekerjaan yang layak.
“Ini tanda semangat kita bersama untuk mengubah nasib, untuk mengentaskan kemiskinan. Tanda ini sebagai penanda komitmen kami dan komitmen saya pribadi untuk membantu pengentasan kemiskinan. Dan kita berdoa tidak selamanya stiker itu terpasang di rumah-rumah,” ujar Respati, seperti diberitakan Kompas.com.
Baca juga: Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Pemkot Solo Pertimbangkan Kandangkan Mobil Dinas
Menurut Respati, Pemkot Solo kini aktif menawarkan program Rumah Siap Kerja kepada keluarga penerima manfaat, terutama untuk mendorong anak-anak usia produktif dari keluarga miskin memperoleh pekerjaan formal.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi juga melakukan intervensi jangka panjang dengan membuka akses terhadap lapangan kerja.
“Menawarkan dan berkomitmen sama orang tuanya, janjian sama orang tuanya untuk menyemangati anaknya bekerja. Anaknya mendapatkan pekerjaan yang layak melalui program Rumah Siap Kerja,” jelasnya.
Program Rumah Siap Kerja disebut menjadi strategi Pemkot Solo dalam memutus siklus kemiskinan yang diwariskan antar generasi.
Warga usia produktif akan diarahkan menuju pelatihan dan penyaluran kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Respati menyebut peluang kerja yang disiapkan tidak terbatas pada sektor lokal.
Pemkot Solo telah menjajaki penyaluran tenaga kerja ke berbagai sektor industri di sejumlah wilayah hingga pasar kerja internasional.
“Tidak hanya di Jepang, ada di Turki, Tiongkok, dan juga di Kompleks KITP Batang, Solo Technopark, macam-macam. Ada Trans Avia itu juga menjadi pramugara kereta dan lain-lain,” paparnya.
Baca juga: Pemulangan Haji Embarkasi Solo Terus Berjalan, 11.816 Jemaah Sudah Tiba di Tanah Air 43 Jemaah Wafat
Di sisi lain, proses penempelan stiker keluarga miskin masih terus berlangsung. Kepala Dinas Sosial Kota Solo, Syamsu Tri Wahyudin, mengatakan penempelan stiker ditargetkan menyasar 10.018 keluarga penerima manfaat (KPM) dan berlangsung hingga 1 Juli 2026.
Hingga pertengahan Juni, Dinas Sosial mengaku belum menerima laporan adanya warga penerima bantuan sosial yang menolak atau mengundurkan diri dari status penerima manfaat.
“Penempelan stiker keluarga miskin saat ini masih berlangsung dan batas akhirnya masih panjang, sampai tanggal 1 Juli 2026. Sampai saat ini kami belum mendapatkan laporan adanya KPM bansos yang menolak atau mengundurkan diri,” kata Syamsu.
| Duduk Perkara Kasus Bigmo, Ditetapkan Tersangka Dugaan Pencemaran Nama Baik saat Live di Solo |
|
|---|
| Main Ponsel Saat Mengemudi, Sopir Pikap Terjepit 1,5 Jam Usai Tabrak Bus di Jalan Ahmad Yani Solo |
|
|---|
| Biaya Hidup di Kota Solo Murah? Simak Faktor yang Membuat Biaya Hidup di Surakarta Relatif Murah |
|
|---|
| 5 Toko Jas Hujan di Solo Jateng, Sediakan Aneka Jas Hujan Berkualitas dan Harga Bervariasi |
|
|---|
| Nikmati Pensiun di Solo Jateng, Jokowi Banyak Tawaran jadi Juru Kampanye Calon Kepala Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Stiker-Keluarga-Miskin-di-Kelurahan-Gilingan-Banjarsari-Solo.jpg)