Sejarah Kuliner Legendaris
Fakta Menarik Klepon, Jajanan Pasar yang Populer di Solo, Dulu Jadi Jamuan Bangsawan Keraton
Namun, versi lain menyebut bahwa penganan ini sudah ada sejak abad ke-14 dan menjadi bagian penting dalam budaya Bugis.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Bola adonan kemudian diisi gula merah, direbus hingga mengapung, tanda bahwa klepon matang, lalu digulingkan ke parutan kelapa.
Di bulan Ramadan, klepon menjadi salah satu menu berbuka favorit karena rasanya yang manis dan mengenyangkan.
Makna dan Filosofi
Bentuk bulat klepon menyimpan filosofi kehidupan manusia yang penuh misteri tak jelas ujung dan pangkalnya.
Teksturnya yang tidak rata mencerminkan bahwa hidup tak selalu mulus.
Gula merah yang meleleh saat digigit melambangkan kebaikan yang tak selalu terlihat dari luar.
Baca juga: Sejarah Bubur Kacang Ijo Kuliner Populer di Solo: Diperkenalkan Tionghoa, Resep Disempurnakan Madura
Sementara parutan kelapa menggambarkan bahwa hidup memiliki lapisan-lapisan yang harus dijalani secara bertahap.
Klepon juga memiliki peran sakral dalam berbagai upacara adat, seperti naik rumah pada masyarakat Bugis, hingga perayaan Maulid Nabi di Minangkabau di mana ia menjadi bagian dari “parabuang”, paket hidangan pelengkap makanan pokok.
Klepon dalam Kehidupan Kuliner Modern
Kini klepon bukan hanya menjadi jajanan pasar, tetapi juga hadir di restoran, kafe, hingga toko oleh-oleh di berbagai negara.
Rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal membuatnya tetap digemari lintas generasi.
Di Kota Solo, makanan satu ini masih eksis dan mudah dijumpai.
Antara lain di tenongan, pasar tradisional, lapak jajanan pasar, bahkan beberapa kafe.
Namun, ada beberapa penjual klepon yang legendaris di Solo dan sudah bertahan semenjak bertahun-tahun.
Baca juga: Sejarah Cakwe, Jajanan Legend Asal China yang Berawal dari Kisah Tragis, di Solo Disebut Janggelut
Rekomendasi Klepon Enak di Solo
1. Lenjongan Yu Sum, Pasar Gedhe Hardjonagoro
Sudah berdiri lebih dari 40 tahun, Lenjongan Yu Sum dikenal sebagai salah satu penjual jajanan pasar terlengkap di Solo.
Selain klepon, tersedia juga cenil, grontol, jongkong, tiwul, hingga brambang asem.
Harga paket lengkap mulai Rp5.000.
2. Gethuk Lindri Subur, Penumping, Solo
Meski terkenal dengan gethuk lindrinya, kedai ini juga menyediakan klepon, semar mendhem, pis roti, hingga tahu bacem.
Harga jajanan mulai Rp2.500–Rp7.000, dan harga klepon sekitar Rp6.000.
(*)
| Sejarah Cenil, Jajanan Legendaris Khas Solo yang Sudah Ada Sejak Abad ke-18 |
|
|---|
| Fakta Menarik Tongseng : Bukan Kuliner Asli Solo, Justru Penjual Pertamanya Warga Klego Boyolali |
|
|---|
| Cerita Panjang Kenapa Orang Solo Raya Gemar Sarapan Pakai Bubur Ayam, Tradisi dari Tiongkok |
|
|---|
| Sejarah Sego Berkat, dari Hidangan Hajatan Menjelma jadi Kuliner Khas Wonogiri |
|
|---|
| Ini Lho Asal-usul Mie Ayam Bisa Jadi Kuliner Populer di Solo Raya, Konon Berasal dari Tiongkok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/klepon-yang-merupakan-jajanan-tradisional-populer-di-Solo-Raya.jpg)