Pilpres 2019
Prabowo Sebut Satu-persatu Tokoh yang Hadir Kampanye di Solo, di Antaranya AHY hingga Amien Rais
Prabowo Subianto mengabsen satu persatu tokoh nasional yang hadir kampanye di Solo, di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hingga Amien Rais.
Penulis: Asep Abdullah Rowi | Editor: Fachri Sakti Nugroho
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengabsen satu persatu tokoh nasional yang hadir, di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat orasi dalam kampanye akbar di Stadion Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo, Rabu (10/4/2019).
Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu mengawali penyebutan nama-nama tokoh dari Jawa Tengah (Jateng), yakni mantan Gubernur serta Wakil Gubernur Jateng, Bibit Waluyo dan Rustriningsih.
"Bagian adat kita menyapa dan menyambut terlebih dulu," kata dia yang disambut meriah puluhan ribu pendukungnya.
• Dua Ribu Personel Kepolisian Dikerahkan untuk Amankan Kampanye Akbar Prabowo di Solo
Setelah itu capres yang berpasangan dengan cawapres Sandiaga S Uno, melanjutkan absen dari Djoko Santoso, Rachmawati Soekarnoputri, Amien Rais, Dzukifili Hasan, Hidayat Nur Wahid, Titiek Soeharto dan Syarif Hasan.
"Dari Partai Demokrat ada mas AHY juga," ungkap dia.
Dari pantauan TribunSolo.com, ada juga sederet tokoh lain seperti Bachtiar Nashir, Neno Warisman, Yusuf Martak, Hariman Serigar, Ferry Mursyidan Baldan, Adhyaksa Dault dan sejumlah jenderal TNI purnawirawan.
"Kita harus menyapa tokoh-tokoh kita, tanpa restu mereka kita kurang kuat," tuturnya.
Selain itu dia juga melemparkan pertanyaan kepada puluhan ribu pendukungnya yang memenuhi seluruh stadion.
"Terima kasih atas pengorbanan kalian semua, datang dari tempat jauh," jelas dia.
"Kalian dikasih duit apa tidak? amplop?," katanya melemparkan pertanyaan kepada pendukung.
Bahkan dia mengklaim justru rakyat yang memberi uang untuk pasangan Prabowo-Sandi.
"Rakyat yang memberi uang kepada kami," kata dia.
• Orasi di Depan Pendukungnya di Solo, Prabowo: Ini Kampanye Terbuka Terakhir
Menurutnya, para pendukung yang hadir ingin menyatakan sikap karena tidak mau lagi dibohongi mengingat arah negara keliru.
"Mengerti negara ini dalam keadaan arah keliru karena kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia, betul?," jelasnya.